kaknzul.com

Mengurai Emosi Dengan Tulisan

Mengurai Emosi Dengan Tulisan

~ Agustus 19, 2022 ~




    Allah ciptakan laki~laki dan perempuan dengan keunikan masing~masing sesuai dengan misi penciptaannya. Begitu pula dengan cara merespon masalah yang ada, sehingga mempengaruhi cara untuk meluapkan emosi negatif yang tengah dirasakan. 

    Berbeda dengan laki~laki yang lebih dominan logika dan menganggap semua hal lebih sederhana, nyatanya perempuan melihat segala sesuatu lebih kompleks terlebih karena perempuan lebih peka emosional atau perasaan. Belum lagi, ketika perempuan memasuki masa gejolak hormonal yang mempengaruhi suasana perasaan perempuan, yaitu di masa haid, hamil dan nifas. Mengetahui keunikan perempuan tentang hal ini, penting bagi saya untuk saling menjaga kesehatan mental sesama perempuan. Pilah pilih kata saat berbicara, terlebih dengan ibu hamil dan pasca melahirkan.

    Ada banyak cara yang dilakukan orang untuk meluapkan emosi negatif yang tengah dirasakan. Mulai dengan meluapkannya secara verbal di depan orang yang bersangkutan, menuliskannya di sosial media dengan saling sindir, atau bahkan ada yang meluapkannya dengan kekerasan fisik baik melukai diri sendiri maupun melukai orang lain.

    Perempuan dikenal penuh dengan kelembutan, tetapi faktanya ada perempuan yang berani melakukan perbuatan nekat menyakiti diri sendiri maupun orang lain setelah merasa terbebani dengan emosi negatif yang tengah bersarang di dalam hati. 

    Meskipun perempuan memiliki ruang komunikasi di otak yang lebih besar jika dibandingkan laki~laki, sehingga memungkinkan perempuan lebih mudah untuk bercerita kepada orang terdekat, tetapi kenyataannya tidak semua perempuan nyaman untuk mengurai emosinya dengan bercerita. Entah karena lebih nyaman dengan berdiam diri, merasa bahwa bercerita tidak akan menyelesaikan masalah atau bahkan menganggap tak ada lagi telinga yang dapat mendengarkannya.

    Dilansir dari Alodokter.com, bahwa memendam emosi bisa berpengaruh negatif bagi kondisi fisik maupun mental. Serta tidak jarang menimbulkan dampak buruk pada hubungannya dengan orang lain. Kebiasaan memendam emosi, tidak membuat emosi negatif yang terperangkap di dalam diri akan hilang. Justru sebaliknya, emosi akan tetap tinggal di dalam tubuh. Dan akan sangat mengkhawatirkan jika suatu hari nanti, emosi itu meledak ketika menemui pemicu ledakannya yang dapat melukai diri sendiri maupun orang lain. Inilah yang terjadi ketika seorang perempuan pada akhirnya berani melakukan perbuatan yang nekat.

    Lewat tulisan ini, saya ingin menyampaikan kepada perempuan bahwa kita masih memiliki cara untuk mengurai emosi yang terperangkap di dalam hati tanpa harus melukai diri sendiri maupun orang lain. Yaitu mengurai emosi lewat tulisan. Namun, media yang dipilih tentunya harus di perhatikan agar tak menjadi bumerang bagi diri sendiri. 

    Menulis adalah cara yang saya lakukan ketika  tubuh merasa emosi negatif  tengah mengisi diri, lelah, kesal, marah, kecewa, cemas atau merasa tak dihargai. Menuliskan apa yang saya rasakan di buku, lalu mengambil hikmahnya sebagai pelajaran diri sendiri dan dibagikan di media sosial sehingga dapat menjadi pelajaran bagi orang lain. 

Manfaat Menulis Bagi Kesehatan 

kaknzul.blog

    Salah satu manfaat menulis bagi kesehatan adalah mengurai emosi negatif yang terperangkap di dalam hati. Bahkan, ketika menulis seseorang sedang mengambil jeda sebelum mengambil tindakan atau merespon masalah yang ada. Sehingga, respon yang akan diberikan benar~benar di pikirkan sebelum dilakukan.

    Tak hanya  itu, menulis dapat memberikan sensasi lega ketika  berhasil mengungkapkan secara jujur apa yang tengah dirasakan. 

    Menulis yang saya maksud disini jangan dibayangkan harus sesuai dengan teknik kepenulisan ya. Namun, menulis yang saya maksud adalah aktivitas yang sangat sederhana. Cukup menuliskan perasaan apa yang tengah dirasakan atau peristiwa apa yang tengah dihadapi. Izinkan hati untuk mengakui perasaan apa yang tengah melanda. Karena terkadang, perasaan yang terbebani bermula dari hati yang terus merasa baik~baik saja.

    Contoh, ketika ada orang lain berbuat hal yang tidak menyenangkan bagi saya, tidak serta merta saya langsung merespon. Menulis adalah cara yang saya lakukan untuk mengurai rasa kecewa dan marah yang menghinggapi. Kemudian mengambil hikmah dari peristiwa itu menjadi catatan pribadi untuk tidak melakukan hal yang sama kepada orang lain, lalu membagikan hikmahnya lewat tulisan baik sebuah cerita fiksi maupun quotes. Karena sebenarnya, perbuatan orang yang tidak menyenangkan bagi saya tak semuanya butuh di respon. Sebab, apa yang menjadi tanggung jawab saya adalah apa yang saya ucapkan dan lakukan. Sedangkan, apa yang dilakukan orang lain kepada saya akan menjadi tanggung jawab si pelakunya kepada Sang Maha Hakim.

 


 

 

 

 


✓ OldestNewer ›

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung ^ ^ Untuk masukan dan saran bisa disampaikan via email nidazulkhaira93@gmailcom.