kaknzul.com

Kesepakatan Bersama Di dalam Rumah


 KESEPAKATAN BERSAMA DI DALAM RUMAH


 

    Hai Bun, beberapa waktu yang lalu ada peristiwa yang membuat saya merenung kembali.

Jadi ceritanya bun, kedua anak saya Hafidzah (4,5 tahun) dan Hanifah (3 tahun) diajak main oleh temannya.

    "Hafidzah main yuk!" ajak suara dari luar.

    "Nggak mau ah, udah siang!" sahut Hafidzah.

    Pada saat itu, waktu menunjukkan pukul 13.30 Wita dan cuaca sedang teriknya.

    "Nanti sore aja," sahut Hanifah menimpali.

    "Jam berapa? Malam? Malam jam tujuh aja kamu udah dikurung nggak boleh keluar," ketus suara dari luar.

    Saya kaget Bun, mendengar perkataan anak usia tujuh tahun yang menjadi teman main kedua anak saya.

    "Dikurung? Apa benar selama ini aku mengurung kedua anakku? Benarkah mereka merasa terkurung selama ini?" bisikku dalam hati.

    "Alah! kamu nggak mau main karena takut sama Abi kan!" sindir suara itu lagi dari luar.

    "Kasihan Abiku mau istirahat," sahut Hanifah 

    "Yaudah deh, kalau kamu nggak mau main," tambah suara itu sambil mengakhiri obrolan mereka dari balik pintu.

    "Benarkah selama ini aku mengurung anakku?" 

    Pertanyaan itu masih berputar~putar di  kepala saya sambil membantu anak~anak merapikan mainannya. 

    Memang benar Bun, di rumah kami ada beberapa kesepakatan, diantaranya ketika azan zuhur berkumandang anak~anak kembali ke rumah setelah bermain di luar. Saya dan suami tidak menuntut anak~anak harus tidur siang, hanya saja mereka harus berada di dalam rumah. Mereka boleh sekedar menonton TV, bermain di dalam rumah atau dibacakan buku. Hal itu kami lakukan agar anak~anak tidak mengganggu orang lain yang tengah beristirahat di siang hari.

    Sedangkan ketika malam hari, jika tidak ada lagi aktivitas penting maka setelah salat isya kami akan bersiap untuk tidur.

    Benarkah kesepakatan yang kami buat selama ini ternyata membuat anak~anak merasa terkurung di rumah? Untuk itu, saya mencoba mengurainya lewat tulisan ini.


Darimana Kesepakatan itu Hadir?

 


 

    Perlu diketahui, bahwa kesepakatan itu berasal dari  VISI MISI sebuah keluarga. Benar bun, setiap rumah tentunya memiliki visi dan misi. Butuh usaha untuk mencapai apa yang menjadi cita~cita bersama sebuah keluarga, maka dibutuhkanlah kesepakatan bersama untuk mencapai cita~cita itu. 

    Karena setiap rumah memiliki capaian yang berbeda, tentu kesepakatan yang muncul pun akan berbeda. 

    Dari visi misi ini pun, akan membentuk sebuah prinsip seperti apa keluarga itu akan beraktivitas dalam kesehariannya. Misal, buat keluarga yang mencintai sunnah Rasulullah Saw, tentunya tak hanya sekadar ucapan cinta maupun solawat yang dilantunkan, tetapi dalam keseharian berusaha menghidupkan sunah Rasulullah Saw, seperti berada di rumah ketika maghrib tiba, tidur setelah salat isya, makan dan minum duduk, tidak meniup makanan atau minuman panas dan banyak lagi hal yang terlihat sederhana tetapi ternyata pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

    Contoh lainnya, sebuah keluarga yang memiliki cita~cita seluruh anggota keluarganya menjadi sahabat Al quran, tentu mereka akan menyusun program yang nantinya akan memunculkan kesepakatan untuk seluruh anggota keluarga agar program tersebut berjalan sehingga apa yang dicita~citakan bisa dicapai. 

    Atau contoh lainnya, jika sebuah rumah itu memiliki cita~cita kelak anak~anak mereka mahir berbahasa asing sejak dini, tentu mereka punya program untuk mencapai hal tersebut. Kesepakatan seperti membiasakan berkomunikasi dengan bahasa asing di depan anak misalnya, tentu akan mereka lakukan.

    Jadi, sampai disini saya memahami kesepakatan itu sesuatu yang wajar dan tentunya harus dimiliki oleh setiap rumah yang memiliki visi misi sebagai keluarga yang memiliki cita~cita bersama.

    Tak perlu mencibir keluarga lain, jika ternyata kesepakatan rumah lain berbeda dengan kesepakatan yang ada dirumah kita. Karena berbeda visi misi, berbeda cita~cita tentu berbeda pula kesepakatan yang ada.


Manfaat Kesepakatan Bersama di dalam Rumah


 

    Tentu kesepakatan yang dibuat di dalam rumah memiliki manfaat, baik secara individu maupun untuk keluarga tersebut dan keluarga lainnya. Tak hanya itu, perbaikan sebuah keluarga ternyata menyumbang perbaikan bagi negeri ini. Karena sebuah keluarga tengah mempersiapkan individu yang akan memberikan kontribusi untuk negara.

    Manfaat kesepakatan bersama di dalam rumah:

1. Membantu sebuah keluarga menggapai apa yang dicita~citakan.

Karena sebuah cita~cita tanpa usaha tak akan membuahkan hasil, maka berikhtiar menjadi satu~satunya pilihan yang harus ditempuh. Tentu, butuh kesepakakatan yang menjadi jalan menuju cita~cita yang diimpikan. Kesepakatan yang dibuat bersama tentunya sudah melalui pertimbangan keluarga tersebut.

2. Melatih problem solving individu yang berada di keluarga

Misal, sebuah keluarga memiliki kesepakatan tidur setelah isya jika tidak memiliki aktivitas penting lagi. Tentu, mereka akan berusaha untuk menyelesaikan segala urusan sebelum waktu itu tiba. Atau buat keluarga yang tidak memberikan gadget kepada balita. Tentu mereka akan menemukan cara agar balita tetap komdusif, bahagia dan terstimulus perkembangannya tanpa gadget.

3. Perbaikan kualitas negara

Faktanya, tak semua keluarga memiliki visi misi di dalam rumahnya. Cukup menjalani kehidupan mengikuti kemana arah air mengalir tanpa harus repot berpikir dan bersusah payah dalam membuat lalu menjalankan kesepakatan. 

Berbeda dengan keluarga yang memiliki visi misi, mereka menggali potensi yang dimiliki dan menentukan visi misi sesuai dengan apa yang mereka bisa lakukan. Tentunya, hal ini akan membuat generasi mereka pun dapat mengenali diri mereka sehingga bisa menentukan kontribusi terbaik apa yang bisa mereka sumbangkan untuk negeri ini.

4. Melatih kedisiplinan

Kesepakatan bersama yang telah dibuat dan harus ditaati oleh seluruh anggota keluarga akan melatih kedisiplinan individu yang berada di rumah tersebut. Dan sudah menjadi rahasia umum, bahwa kedisiplinan menjadi salah satu modal kesuksesan seseorang dikehidupannya.

5. Menginspirasi keluarga lainnya

Berapa banyak keluarga yang pada akhirnya berhasil mengantarkan anak~anak mereka sukses menggapai apa yang mereka cita~citakan. Ada keluarga yang berhasil mengantarkan anak~anaknya menjadi para penghafal al quran dan bersekolah ke negeri para Nabi. Ada pula keluarga yang akhirnya berhasil mengantarkan anak~anaknya menjadi pebisnis sukses.

Dari merekalah, kita belajar tentang kesuksesan yang mereka tuai bermula dari visi misi keluarga yang melahirkan kesepakatan bersama untuk menggapai apa yang mereka cita~citakan.


 


     

   

 

 

 

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung ^ ^ Untuk masukan dan saran bisa disampaikan via email nidazulkhaira93@gmailcom.