kaknzul.com

"NGE-BLOG" BEBAS DARI BELENGGU


Hai sobat nulis. Buat teman-teman yang suka nulis, pastinya memiliki tempat/platform yang paling nyaman buat nulis kan ya? Tentunya, setiap pilihan memiliki alasan tersendiri. 

Nah, jika saya ditanya, apa alasan terbesar menulis di blog? Maka jawabannya adalah ingin Bebas Dari Belenggu :D. "Why?"

Ngeblog bebas dari belenggu

Bebas Dari Belenggu

Kesamaan antara saya dengan penulis yang lain adalah sama-sama suka menulis. Menjadi berbinar, menemukan kekuatan setelah aktivitas menulis dan berasa punya ruang untuk menyampaikan gagasan yang bisa jadi dan pasti berbeda dengan gagasan orang lain di luar sana. Tapi, fokus saya bukan untuk mempertajam  perbedaan gagasan itu, melainkan memberikan ruang buat gagasan yang dimiliki sehingga tak menuntut harus menerima dan melakukan gagasan orang lain. Begitu pula, saya yang tak harus memaksa orang lain menerima gagasan yang saya miliki. Jadi, tulis aja! Supaya tersampaikan dan tidak jadi sampah pikiran yang terus berdesakan. Apalagi sampai mengacaukan hari yang sudah di awali dengan baik.


Menulis fiksi dan non fiksi sudah pernah saya coba. Tapi, merasa lebih nyaman, lebih berbinar, lebih tertantang dan lebih berenergi setelah menulis non fiksi. 

Sebelumnya, saya menulis micro blog di instagram. Tapi, sering kali saya merasa dibatasi oleh jumlah kata dan harus melanjutkan di kolom komentar. Bahkan lebih dari satu kolom komentar. Tak jarang juga, harus memecah tulisan agar bisa di post di instagram. Mungkin terlihat mudah dan menyenangkan serta banyak ide yang bisa di posting. Namun, sekali lagi batasan yang ada seolah menjadi BELENGGU buat menuliskan ide panjang lebar. Belum lagi, jika setiap kali ingin menulis sudah terpikirkan, “cukup nggak ya di caption” Jadi tidak bebas. Untuk itulah, saya butuh media buat menuangkan tulisan saya tanpa harus merasa dibatasi dan khawatir jika tulisan yang panjang tidak cukup di caption.

Jadi, alasan terbesar menulis di BLOG adalah karena ingin Bebas Dari Belenggu yang selama ini mengintai saya setiap kali menulis. Harapanya, dengan blog ini bisa menulis dengan MERDEKA tanpa rasa khawatir “cukup atau tidak di caption”. Serta terbebas dari rasa tidak enak dipandang tulisannya, karena harus dipotong-potong di kolom komentar dan tidak bingung lagi harus memecah tulisan jika terlalu panjang dan tidak muat di caption. *curhat banget ya :D

Karena MERDEKA menulis mengizinkan otak menjajaki ada banyak sumber dan menuangkannya dalam bentuk tulisan yang terus berkembang  tanpa harus terbelenggu oleh media yang terbatas oleh jumlah karakternya. Semoga dengan mempelajari blogging, saya bisa benar-benar terbebas dari belenggu sekaligus mengenali dan bisa bersahabat dekat dengan rumah baru ide saya yaitu BLOG.

 

Tips Mengelola Waktu.

Selain platform, ada satu lagi yang bisa menjadi belenggu buat saya. Yaitu, WAKTU. 

Bicara tentang waktu seolah terlihat mudah ya buat membagi waktu. Namun, buat saya yang seorang ibu rumah tangga dan memiliki dua balita, tentu tidak mudah untuk bisa memiliki waktu menulis atau mengikuti sebuah kelas buat meng-upgarde skill. Untuk itulah saya butuh manajemen waktu.

Ngeblog bebas dari belenggu dan waktu

 Menjadi ibu rumah tangga yang mendampingi dua buah hati tentu tak mudah buat saya untuk menulisi. Tapi, balik lagi ya pada alasan terbesar saya ingin menulis. 

Buat saya menulis itu tak sekedar yang saya sukai saja, tapi juga mampu memberikan energy baru setelah menulis. Maka, saya berusaha untuk terus mencari peluang waktu itu. Try and error saya lakukan dari mulai punya anak satu sampai anak dua. Membagi waktu 24 jam dengan segudang rutinitas yang dilakukan tanpa bantuan maupun delegasi tugas . Duh, kelihatan banget sok perfeksionisnya ya:D Entahlah, tapi sampai hari ini saya masih memegang nasehat ust. Adriano Rusfi, “bahwa yang namanya manusia DEWASA sejati itu, MAMPU untuk MEMBERDAYAKAN DIRINYA”

Jadi, kalau pada saat memiliki anak satu saya bisa nulis setelah dia tidur siang, saat anak dua ternyata setelah dicoba tidak bisa. Namun,bukan berarti menyerah dengan keadaan. Ingat, BISA asal mau memberdayakan diri. Contoh lain, jika anak-anak belum sekolah bisa mengaji setelah subuh, tapi setelah ada anak yang bersekolah ternyata tidak bisa. Maka, bukan berarti menyerah dengan keadaan, lalu menjadikannya sebagai kambing hitam. 

"Sebab, tidak terlaksananya aktivitas yang ingin dilakukan bukan karena rutinitas yang segudang, apalagi karena kehadiran anak-anak. Tapi, karena belum mau memberdayakan diri!"

Untuk bisa melakukan aktivitas yang disukai, misal seperti menulis ditengah padatnya rutinitas, tips yang selama ini saya lakukan adalah:

a. Membuat to do list.

 

Ngeblog bebas dari belenggu dan to do list

Saya merasa terbantu sekali dengan membuat to do list. Baik mingguan maupun harian. Untuk to do list mingguan, saya akan menuliskan tugas-tugas yang harus saya selesaikan dalam sepekan dan dibagi dalam 7 hari. Tujuannya, agar tidak ada tugas yang tertinggal atau terlupakan. Maklum, pelupanya parah banget :D

Selain itu, to do list ini membuat saya terhindar dari perasaan tertekan, sebab dikejar-kejar deadline tugas dan saya jadi tahu, di hari apa saya akan mengerjakan tugas-tugas tersebut. Seperti menulis jurnal quran, membuat testimoni webinar, menyelesaikan tugas dikomunitas, menghubungi narasumber, membuat konten di instagram atau lainnya.

 

b. Kandang Waktu

 Setelah menuliskan tugas-tugas dalam to do list mingguan. Setiap pagi saya akan breakdown lagi dalam to do list harian sesuai dengan kandang waktu yang sudah saya miliki.

Waktu

Aktivitas

03.00-04.00

Ibadah (Shalat tahajud, tilawah,ziyadah/murajaah hafalan)

04.00-05.00

Urusan domestik pagi hari. (Menyiapkan sarapan,bekal makan siang suami dan anak, merapikan rumah dan menjemur pakaian)

05.00-07.00

Shalat subuh bareng anak. Mendampingi anak ngaji, murajaah hafalan dan membantu anak bersiap ke sekolah.

07.00-07.30

Olahraga

07.30-08.30

Merapikan rumah, memandikan si bungsu dan mandi.

08.30-10.00

Dhuha, dampingi si bungsu ngaji, hafalan, main, baca buku dan sarapan.

10.00-11.30

Mengerjakan tugas (menulis atau blogging, komunitas, menyimak materi diskusi, buat konten atau yang lainnya)

11.30-13.30

Jemput anak sekolah

13.30-15.00

Shalat zuhur, istirahat

15.00-16.30

Domestik sore

16.30-18.00

Family time. Keruntelan di kasur sama anak-anak dan suami

18.00-20.30

Shalat maghrib, ngaji, murajaah, shalat isya.

20.30-03.00

Istirahat

Jadi, aktivitas yang saya sukai dan ingin saya lakukan ditengah rutinitas masuk dalam kandang waktu mengerjakan tugas termasuk blogging. Supaya semua tugas bisa saya cicil dalam sepekan, saya kerjakan 1-2 tugas dalam sehari, tergantung banyak dan durasi waktu yang saya butuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut.

‘Apakah setiap harinya berjalan sesuai rencana?”

Tentu tidak! Namanya juga rencana ya. Pasti pernah lah dalam satu hari ada hal-hal yang membuat rencana saya ambyar :D

Ada hal-hal tak terduga dan tak terencana yang hadir. Misal, karena ada tamu, harus berpergian, ada undangan, ada tetangga punya hajatan, atau yang lainnya.  Tapi prinsip saya, it’s ok! Terima dulu kalau hari ini tidak berjalan sesuai rencana. Ada tugas yang tidak tercentang. Tidak apa-apa, bisa dilakukan di waktu yang lain atau pilihan paling akhir biasanya yang saya lakukan adalah mengurangi jam tidur, alias BERGADANG. Itu pilihan paling akhir ya :D Jadi, kalau masih ada waktu yang bisa dimanfaatkan, saya akan manfaatkan tanpa harus mengurangi jam tidur. Sebab, tidur juga merupakan HAK TUBUH. Dan tanpa haknya yang terpenuhi, saya bisa jatuh sakit dan ketika sakit berarti saya harus menunda melakukan rutinitas dan aktivitas yang saya suka dan ingin lakukan.

"Menerima hari yang tak sesuai dengan rencana ternyata penting juga loh. Saya merasakan, menerima kondisi yang tak sesuai rencana akan membuat hati ikhlas dan terhindar dari kecewa. Apalagi sampai mengkambing hitamkan orang lain sebagai penyebab tugas yang tak tercentang. Sederhananya berdamai sama EKSPEKTASI ya :D"


c. Hindari Menunda

Mengelola waktu tidak hanya menyusun sedemikian rupa to do list baik mingguan maupun harian. Namun, juga menghindari hal-hal yang membuat kita dikendalikan oleh waktu. Sebab, tujuan mengelola waktu adalah kita punya kendali atas waktu yang kita miliki supaya terhindar dari rasa tertekan yang berujung pada stress.

Ada satu perilaku buruk yang harus dihindari. Karena ia dapat membuat kita kehilangan kendali atas waktu dan sebaliknya kitalah yang akan dikendalikan oleh waktu. Tentu tidak enak bukan, jika dikendalikan oleh waktu. Perilaku itu adalah menunda-nunda aktivitas yang  harus dikerjakan.

Selain itu, menunda-nuda membuat si pelakunya akan menghabiskan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaanya. Karena sudah ditunda, berarti jumlah pekerjaan menjadi lebih banyak dan ini menimbulkan kelelahan. Misal, menunda untuk melipat pakaian yang sudah kering. Jika menunda melipatnya hari ini, maka esok hari jumlah pakaian yang harus dilipat akan semakin bertambah. Itu artinya energy yang dibutuhkan juga lebih banyak. Tidak hanya itu, menunda pekerjaan membuat kita merasa tergesa-gesa untuk segera menyelesaikan. Karena harus mengerjakan pekerjaan lainnya. Hal ini, membuat kita dikendalikan oleh waktu.

"Jadi, hindari perilaku menunda pekerjaan. Karena menunda sama dengan menumpuk pekerjaan. Sebaliknya, melakukan pekerjaan tanpa menunda, berarti mencicil pekerjaan dan menggunakan energy sedikit demi sedikit untuk menyelesaikan pekerjaan."

d. Hindari hal-hal yang tidak bermanfaat

ngeblog bebas dari belenggu da waktu

 

Sering kali, waktu terasa begitu cepat bergulir, bahkan tanpa disadari untuk hal-hal yang kurang/tidak bermanfaat. Misal, tanpa sadar waktu selama dua jam berlalu untuk scroll-scroll instagram atau cari-cari barang di marketplace atau mengobrol dengan tetangga membicarakan tentang tetangga baru *ghibah bu :D Padahal dengan waktu dua jam, kita bisa menyelesaikan 10 lembar atau bahkan lebih, untuk melahap lembar demi lembar buku yang sudah dibeli tahun lalu.

Untuk itu, penting sekali kesadaran buat menyudahi pekerjaan yang tidak bermanfaat jika berada dalam kondisi tersebut. Bijak bersosial media dan bijak bertetangga :D

Demikianlah cerita saya menulis di blog yang ingin Bebas Dari Belenggu platform dan waktu ala saya. Menulis itu harus BAHAGIA, terbebas dari segala Belenggu yang membuat langkah dan ide terbatasi.  Semoga bermanfaat ya ;D

10 comments

Terimakasih sudah berkunjung ^ ^ Untuk masukan dan saran bisa disampaikan via email nidazulkhaira93@gmailcom.
  1. Masya Allah mba waktunya tertata dan produktif sekali. Yang penting kita ada niat mau mengerjakan walau kadang ga semuanya bisa terwujudlan ya mba.
    Izin coba nyomot beberapa kegiatannya ya mba. Doain juga aku bisa melaksanakannya😃

    ReplyDelete
  2. Masya Allah waktunya tertata banget mba.
    Yg penting ada niat untuk mengerjakannya walau kadang tidak semua terlaksana. Izin ngikutin beberapa waktunya ya mba. Smoga bisa istiqomah juga.

    ReplyDelete
  3. Mak jleb banget sama quote nya kak, "Sebab, tidak terlaksananya aktivitas yang ingin dilakukan bukan karena rutinitas yang segudang, apalagi karena kehadiran anak-anak. Tapi, karena belum mau memberdayakan diri!". Ya kuncinya ada pada kemauan dan kesungguhan kita ya kak... Saya sendiri sering mengkambing hitamkan rutinitas yg banyak untuk menunda... Semoga setelah ini bisa konsisten... Semangat☺️

    ReplyDelete
  4. Setuju nih mbak dengan statement lebih berbinar dengan ngeblog. Iya berbinar bersinar, apalagi kalau tuntas artikelnya sesuai harapan. Nggak hanya di angan-angan. Kayak suatu beban di pikiran bisa dituangkan. Semangat ya mbak nulisnya. Semoga berkah

    ReplyDelete
  5. Wah....moms keren. Keseharian yang sibuk merawat 2 anak dan keluarganya, tapi masih menyempatkan untuk menulis. Schedule hariannya teratur sekali. Semangat terus ya moms..

    ReplyDelete
  6. Suka tulisannya detail dan lengkappp terus berkarya ya mbak

    ReplyDelete
  7. Toss dulu, ah ... Suka nulis nonfiksi juga. Masya Allah, tips mengatur waktunya keren. Semoga aku juga bisa menerapkannya. Terima kasih

    ReplyDelete
  8. Ya ampunn MasyaAllah, infografis nya menarik banget kaak

    ReplyDelete
  9. Aku 😄 yang juga harus bolak balik ngedit caption karena kepanjangan di IG. Makan waktu
    Lamaaa sekali jadinya. Enak di blog ya kak

    ReplyDelete