kaknzul.com

Persiapan Anak Masuk PAUD yang Harus Diketahui Orang Tua


persiapan anak masuk paud


Hai sobat berdaya, siapa nih yang lagi dag dig dug menyambut si kecil masuk sekolah tahun depan? Atau masih galau, mau dimasukin PAUD atau nggak? Mau dimasukin ke PAUD umur berapa? Atau lagi khawatir “bisa nggak ya anakku sekolah? Nangis nggak ya?”

Nah, kekhawatiran dan kegalaun itu harus diberi obat sobat. Obatnya adalah ilmu. Cari tahu lebih detail tentang hal yang membuat kita khawatir, yuk. Apa aja nih yang masih membuat sobat khawatir, bingung atau galau?

Usia anak masuk PAUD umur berapa? Kenapa anak harus PAUD? Persiapan apa saja yang harus dipersiapkan orang tua menyambut buah hati masuk sekolah? Apalagi nih? Yuk ah, kita bahas satu persatu agar khawatir, galau dan bingung bisa segera terobati dan sirna dari pikiran hahahha



Anak Usia PAUD, Umur Berapa?


Siapa nih yang masih bingung, di umur berapa si kecil harus masuk PAUD? Kaknzul juga dulu sama. Galau mau masukkan si sulung ke PAUD umur berapa? Hahahha Ia ya, biasanya kebingungan ini melanda ibu-ibu yang baru punya pengalamn pertama dalam menyekolahkan si kecil. Ahhh toss deh sobat, kita pernah merasakan hal sama.

Terus umur berapa si kecil harusnya dimasukkan ke PAUD?

Berdasarkan Permendikbud 18 tahun 2018 tentang Penyediaan Layanan PAUD, menyebutkan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diberikan kepada anak usia 0-6 tahun.

Nah, patokannya ini ya sobat. Selanjutnya, kita perlu banget melihat kesiapan orang tua dan anak saat berencana masuk ke PAUD.

Kenapa Anak Harus Masuk Ke PAUD? 

kenapa anak harus Paud

Adakah diantar sobat berdaya yang pernah bertanya-tanya seperti ini?

Sama! Kaknzul juga pernah bertanya seperti itu. Nah, ada beberapa manfaat anak masuk PAUD loh.

Menstimulasi Perkembangan Anak


Sejak punya anak, berasakan kalau jadi orang tua itu tugasnya bukan cuma kasih makan hahaha. Tapi, ada tugas perkembangan anak yang harus dipantau oleh orang tua, sebagai bentuk hak anak dan tanggung jawab orang tuanya.

Di PAUD, anak akan terstimulasi aspek sosial-emosionalnya. Anak akan belajar bergantian saat berwudu atau cuci tangan. Juga berganti mengambil tas atau mengambil sepatu di raknya. Selain itu, anak akan belajar bersosialisasi. Berteman dengan teman-temannya. Mengikuti aturan di sekolah. Belajar bekerjasama saat project kelas dan ada banyak lagi aktivitas di PAUD yang menstimulasi sosial-emosional anak.

Tak hanya aspek sosial-emosional, tapi aspek motorik juga distimulasi. Disekolah ada banyak ativitas yang menstimulasi aspek motorik, baik fisik maupun motorik halus. Seperti saat menggunting, meronce, menjahit, mewarnai, menyobek kertas dan lainnya.

Selain itu, di PAUD perkembangan kognitif anak juga ikut terstimulasi. Ada banyak hal-hal baru yang anak temukan selama di sekolah dan berinteraksi dengan guru dan teman. Interaksi ini akan menstimulasi perkembangan kognitif anak.

Bahkan, aspek bahasa, moral dan agama juga ikut dapat stimulasi selama di PAUD. Interaksi anak dengan guru dan teman disekolah, menambah perbendaharaan kata anak. Ada banyak kata-kata baru yang mungkin belum ia temukan di rumah, tapi ditemukan saat di PAUD.

Berikutnya, aspek perkembanga yang juga ikut terstimulasi selama anak berada di PAUD. Yaitu aspek seni. “Kok anak PAUD nyanyi-nyanyi doang sih kerjaanya?” Hahahaha Karena salah satu aspek perkembangan anak yang harus distimulasi adalah aspek seni. Diantaranya dengan bernyanyi, bahkan anak lebih mudah mengingat sesuatu dengan lagu. Itulah kenapa di PAUD banyak banget lagu anak-anak ya. Mulai dari lagu sebelum makan, mau masuk sekolah, ketika memulai pelajaran atau ice breaking, supaya anak-anak kembali fokus.

Eh, hampir lupa! Ada satu lagi aspek perkembangan anak yang terlatih saat di PAUD. Apa itu? Aspek kemandirian. Aspek yang satu ini penting banget untuk dilatih, karena tak selamanya kita sebagai orang tua akan menemani mereka. Misal, dari hal yang sederhana, membuka botol minum dan wadah makan, merapikan peralatan belajar mereka, menyelesaikan project secara mandiri, bahkan anak belajar percaya diri dimulai dari aspek kemandirian ini.

Ketika anak pecaya diri, mampu melakukan sesuatu saat tak berada didekat orang tuanya, maka ia akan mandiri melakukan tugas pribadinya sendiri.

Persiapan Anak Masuk PAUD 

anak usia paud umur berapa

Nah, sobat berdaya kesiapan itu tidak hanya menjadi tuntutan pada anak ya. Jadi, orang tua tidak bisa begitu saja memasukkan anak ke PAUD tanpa mempersiapakan anak. Dan soal persiapan ini, sebenarnya bukan tentang persiapan 1-2 hari yang harus dilakuan. Karena ia butuh proses, hingga melahirkan kepercayaan diri pada anak. Jika anak tidak dipersiapkan jauh hari, yang terjadi adalah anak akan merasa tidak nyaman dan aman ketika berada di sekolah, sehingga ketika diantar ke sekolah anak akan menangis dan menolak untuk ditinggal. Atau misalnya, karena kegagalannya saat pergi ke toilet sendiri, membuat anak frustasi dan akhirnya menolak untuk sekolah lagi.

Dan bicara persiapan, sebenarnya ini adalah tanggung jawab orang tua yang harus mempersiapkannya sebelum masuk sekolah.

Apa saja persiapan yang harus diketahui orang tua?

Aspek Perkembangan 

aspek perkembangan anak


Meskipun di PAUD aspek perkembangan anak banyak mendapatkan stimulasi, tapi orang tua perlu mempersiapkan beberapa aspek yang menjadi modal anak untuk sukses selama di PAUD.

Misal, aspek kemandirian yang meliputi, pakai pakaian dan sepatu, toilet training dan makan secara mandiri. Jika aspek kemandirian ini tidak dimiliki, maka akan membuat anak merasa frustasi dan akhirnya menganggap bahwa sekolah itu bukan sesuatu yang menyenangkan. Karena saat disekolah, ia tidak bisa melakukan hal-hal tersebut.

Nah, ada banyak lagi aspek perkembangan yang harus dipersiapkan orang tua sebagai modal anak. Kaknzul saranin agar sobat berdaya, mengecek tugas perkembangan anak sesuai tahapan usianya dengan STPPA (Standart Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak).

Perkembangan Psikologis 

perkembangan psikologis anak

Nah, selain aspek-aspek perkembangan di STPPA yang harus dipenuhi, ada lagi nih yang juga penting diketahui oleh orang tua sebagai bentuk persiapan anak masuk PAUD.

Sobat berdaya, sekolah itu adalah tempat baru bagi anak. Tempat asing saat di hari pertamanya ia masuk ke sekoah. Tak hanya itu, orang-orang yang berada di sekolah juga menjadi orang asing bagi anak. Untuk itulah anak butuh adaptasi.

Dari sini pula kita jadi tahu ya, kenapa sering sekali kita melihat beberapa anak menangis di hari pertama atau minggu pertama anak masuk ke sekolah. Atau bahkan ada yang butuh adaptasi selama sebulan untuk berani ditinggal oleh orang tuanya. Apakah ini wajar? Wajar kok sobat, karena anak butuh adaptasi. Dan setiap anak punya timeline sendiri dalam melakukan penyesuaian diri dengan lingkungannya.

Namun, ada pesiapan yang membantu anak agar selama proses adaptasi dijalani dengan mudah. Dan persiapan itulah yang berkaitan dengan psikologis anak.

Anak butuh rasa aman dan nyaman saat berada di sekolahnya. Percaya dengan lingkungannya, percaya dengan guru dan teman-temannya.

Percaya dengan dirinya yang mampu beradaptasi dengan tempat barunya. Dan semua itu sebenarnya bermula dari orang tua dan lingkungan disekitarnya yang membantu membangun rasa aman dan percaya.

Saat orang tua hadir secara penuh untuk anak, menjadi tempat anak bertanya dan bercerita, ia akan belajar membangun rasa percaya dan aman dari orang tua. Sehingga, setiap kata-kata motivasi yang orang tua berikan untuk beradaptasi di sekolah, akan mudah bagi anak untuk menerimanya. Begitu pula sebaliknya, ketika anak tidak mendapatkan rasa aman dan percaya itu dari orang tuanya, maka kepada orang lain dan tempat baru pun anak akan merasa tidak aman dan percaya.

Oh ia, rasa aman dan percaya ini juga datang dari respon yang diberikan orang tua ke anak juga loh. Jika orang tua sendiri tidak percaya dengan anaknya bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya, maka anak juga tidak percaya dengan ingkungan barunya. Jika orang tua tidak merasa aman anaknya berada disekolah, maka anak pun akan seperti itu. Karena perasaan percaya dan aman itu akan tersirat dari ucapan dan perilaku orang tua kepada anaknya.

Selain orang tua, ada orang-orang disekitar anak yang juga memiliki peran dalam memberikan rasa aman dan percaya ini loh. Misal, ada kakek, nenek atau bibi yang senantiasa memberikan rasa aman dan percaya, seperti memotivasi dengan kata-kata positif saat anak akan sekolah. Sebaliknya, jika yang diperoleh anak adalah kalimat-kalimat negatif, maka hal ini akan membuat anak merasa tidak aman dan percaya. Contoh, anak ditakut-takuti ketika akan sekolah,

”Kalau disekolah gurunya galak. Kalau disekolah nggak akan ada yang berteman dengan kamu.”

Meskipun terkadang bercanda, tapi hal ini akan menjadi bagian dari rekaman di ingatan anak dan berpengaruh pada psikologinya.

Kebutuhan Perkembangan Anak 

kebutuhan perkembangan

Selain modal perkembangan anak yang disebutkan tadi, ada juga nih persiapan yang harus diperhatikan orang tua. Karena, jika anak merasa tidak terpenuhi, akan membuatnya merasa tidak aman, kurang terstimulasi atau kurang memiliki ruang gerak.

Nah, persiapan ini bisa sobat berdaya lakukan dengan mengunjungi sekolah. Melihat apa saja fasilitas yang menunjang aktivitas anak selama di sekolah. Adakah ruangan yang nyaman dan aman bagi anak-anak? Adakah tempat bermain yang bisa menjadi ruang stimulasi motorik kasar anak? Seperti apa program sekolahnya? Jangan sampai anak yang memiliki cara belajar kinestetik diberikan stimulasi dengan cara belajar yang lebih banyak duduk dan diam dengan ruangan yang terbatas. Tentu ini membuat anak tidak nyaman.

Selain dari fasiitas sekolah, kebutuhan anak yang satu ini juga bisa sobat lihat dari bagaiman gurunya berpenampilan maupun berinteraksi dengan muridnya. Dan hal ini kembali lagi pada value keluarga ya, sobat. Misal, value keluarga ingin anak punya model dalam berbusana menutup aurat, maka bisa disesuaikan sekolah dengan guru yang seperti ini.

Pemahaman Rutinitas. 

persiapan anak masuk paud

Sobat berdaya, pernah nggak merasa bosan dengan rutinitas? Pasti pernah dong ya, merasa bosen atau "kok gini-gini aja sih hari-hari ku". Kita yang dewasa aja bisa bosan, apalagi anak-anak. Hehehehe

Berangkat sekolah akan membentuk rutintas pagi yang itu-itu aja, makanya wajar ya sobat kalau diawal sekolah anak akan bilang “capek, bosan, kapan aku libur. Kok aku sekolah terus?” hahaha

Diterima aja ya sobat, saat si kecil mengeluh seperti itu dan motivasi kembali dengan kalimat positif. Jika dirasa anak butuh untuk di jeda satu atau dua hari, its ok loh kalau menurut kaknzul, sambil terus dimotivasi ya.

Nah, orangtua bisa bantu anak untuk belajar menyesuaikan diri dengan rutinitas yang ada. Selain motivasi, anak harus sudah dikenalkan dengan rutinitas yang menyenangkan. Misal, sebulan atau dua bulan sebelum sekolah dimulai, anak mulai dibangunkan untuk bangun tepat waktu. Tiap keuarga tentu punya standart masing-masing ya, sobat. Kalau Kaknzul, bangun tepat waktu buat anak-anak adalah saat azan subuh, sekalipun ia masih PAUD.

Sebulan atau dua bulan sebelum sekolah dimulai, lakukan sounding seperti apa aktivitas atau rutinitas yang akan dijalani anak ketika sekolah sudah dimulai. Tujuannya, agar anak tidak merasa terkejut.

Selain itu, usahakan proses rutinitas pagi berjalan dengan menyenangkan dan bahagia ya, sobat. Termasuk proses membangunkan dipagi hari. Tidak ada proses terburu-buru, apalagi dimarahi. Karena proses yang tidak menyenangkan, akan membuat anak merasa bahwa sekolah itu tidak menyenangkan.

Nah, begitu sobat persiapan anak masuk PAUD yang harus diketahui oleh orang tua. Semoga bermanfaat ya buat sobat, yang akan menyiapkan anaknya masuk sekolah.

5 comments

Terimakasih sudah berkunjung ^ ^ Untuk masukan dan saran bisa disampaikan via email nidazulkhaira93@gmailcom.
  1. Aku sendiri nggak nyekolahin anak aku PAUD mbak :D tapi aku nggak memungkiri banyak manfaat anak di Paudkan. Semoga artikel mbak semakin mengedukasi yang mau menyekolahkak Paud anaknya ya :D

    ReplyDelete
  2. Masuk paud perlu tes nggak sih mbak? Aku newmom jadi newbie banhet hal seperti ini

    ReplyDelete
  3. Aku kemarin masukin anak ke Paud Mbak... Tetapi ternyata selalu ada tantangannya di tengah-tengah perjalanan >,< Next time bahas tentang itu Mbak... Hihi

    ReplyDelete
  4. Anakku td pagi minta mandi padahal libur wkwk. Alhamdulillah sekolahnya menyenangkan mungkin ya. Di sekolah sebelumnya dia malas malasan gitu. Ga mudah emg milih sekolah buat anak ya

    ReplyDelete
  5. Kemandirian, setuju Mbak. Anak yang mandiri cenderung akan menyukai suasana di PAUD. Ya, meskipun awalnya (beberapa) orang tua harus berada di dekatnya karena mereka belum menemukan kenyamanan. Alhamdulillah, si bungsu saya termasuk anak yang gampang beradaptasi sehingga emaknya bisa ngerjain gawean rumah saat dia sekolah 🙂

    ReplyDelete