kaknzul.com

CARA AGAR ANAK HAFAL AL QURAN SEJAK DINI. No 2, Ayah Bunda Wajib Tahu!

tips menghafal al quran untuk anak usia dini

Hai sobat berdaya! Keluarga mana sih yang tidak ingin anak-anaknya menjadi penghafal Al quran? Hal itu disebabkan, banyaknya keutamaan yang diperoleh bagi mereka yang menjadi penghafal Al Quran. Salah satu diantaranya adalah menjadi bagian dari keluarga Allah SWT.


Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنْ النَّاسِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ هُمْ؟ قَالَ: هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ؛ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُه
“Sungguh Allah memiliki keluarga yang terdiri dari manusia.”

“Ya Rasulullah, siapakah mereka?” Tanya seorang sahabat.

Rasul menjawab,

“Mereka ialah Ahlul Quran (orang yang membaca, menghafalkan, dan mengamalkan al-Quran). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang istimewa bagi Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 215)

Lantas, bagaimana cara agar anak hafal alquran sejak dini?

Ditulisan kali ini Kaknzul pengen bagikan beberapa tips yang dilakukan di rumah, bersama suami dan anak-anak. Sekaligus, menjawab pertanyaan dari sobat berdaya tentang “Cara mendampingi si sulung dan si bungsu menghafal Al quran, selama ini."


Amalan ibu hamil agar anak hafal Al quran 

Ini salah satu pertanyaan yang sering Kaknzul dapatkan. Sebenarnya, bukan ketika hamil memulainya. Namun, sebelum kami dianugerakan si sulung dan si bungsu. Obrolan tentang anaklah yang mebuka jalan komitmen dir umh kami “Anak-anak nantinya akan jadi seperti apa?” Kemudian, tentang kesepakatan apa saja yang akan diberikan atau tidak, kepada anak-anak sejak dini. Misal, makanan dan minuman mereka. Permainan anak-anak. Boleh tidak mereka diberikan gadget? Dan lainnya.

Nah, ketika Kaknzul tahu dalam kondisi mengandung, beberapa kesepakatan itu pun telah dimulai dan dilanjutkan. Seperti aktivitas berupa interaksi dengan Al quran yang menjadi rutinitas. Seperti tilawah, menghafal Al quran, murajaah, tadabur quran, baca surah Al mulk setelah subuh bareng suami dan tak lupa untuk terus berdoa.

Metode menghafal al quran untuk anak usia dini.

Metode adalah sebuah cara yang dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan. Maka, metode menghafal yang Kaknzul dan suami gunakan adalah dengan men-talqin ayat demi ayat didekat anak.

Dan proses ini Kaknzul lakukan bergantian dengan suami, setiap hari di waktu yang sama serta dilakukan berulang-ulang minimal 5 kali pengulangan.

Cara agar anak hafal alquran sejak dini. 

Berikut adalah beberapa cara yang kami lakuan di rumah:

1. Mulai sejak dini

Sobat berdaya, ada banyak referensi yang menganjurkan ibu hamil untuk berbicara dengan bayinya yang masih dikandungan. Ternyata sobat, yang Kaknzul temukan, nih, hal itu dilakukan karena sebenarnya bayi yang berusia 27-30 minggu sudah berkembang kemampuan pendengarnya.

Bahkan, ketika ia lahir indera pendengaranlah yang lebih dahulu berkembang dan berfungsi, dibandingkan dengan indera lainnya seperti mata. Jadi, lewat kemampuan inilah Kaknzul dan suami optimalkan dengan memperdengarkan murottal quran, murajaah sambil menidurkan si kecil atau saat menyusuinya.

2. Komitmen Orangtua. 

metode menghafal al quran untuk anak usia dini
Source: Dokumentasi pribadi

Kami merasakan bahwa, komitmen ini penting banget. Karena komitmen inilah yang akan menggerakkan orangtua untuk konsisten sampai pada tujuannya yaitu mengantarkan anak-anak menjadi bagian dari keluarga Allah kelak, yaitu sebagai penghafal Alquran.

Dan komitmen ini, kami azzamkan jauh sebelum kehadiran anak-anak. Selain itu, komitmen bersama antara ayah dan ibu akan membuat tugas mendampingi anak menghafal Al quran akan dipikul bersama, bukan hanya ibu saja atau ayah saja. Tapi menjadi tugas bersama.

Bahkan, saat terjadi perubahan kebiasaan, komitmen ini pula yang akan menggerakkan Kaknzul dan suami untuk berusaha mencari jadwal menghafal dan murajaah kembali, sesuai dengan waktunya anak-anak.

Misal, anak-anak sebelum sekolah dan setelah sekolah mempunyai jadwal menghafal yang berbeda. Jika sebelum sekolah mereka menghafal dan murajaah disaat pagi hari setelah sarapan dan shalat maghrib. Maka, setelah sekolah, menghafal dan murajaah dilakukan setelah shalat subuh dan maghrib. Sehingga, perubahan jadwal itu menutut Kaknzul dan suami harus bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan dan bekal makan siang, tapi kalau sudah komitmen dilakukan bersama, maka akan tetap berusaha dilakukan. 

Selain itu, komitmen ini pula yang membuat orang tua ringan tangan dalam mengambil tugas secara bergantian untuk mendampingi anak dalam menghafal Al quran.

Nah, kalau Kaknzul dan suami punya jadwal nih, sobat. Kalau yang bertugas menyimak dan menambah hafalan setelah shalat subuh adalah Kaknzul. Sedangkan yang bertugas setelah shalat maghrib adalah suami.

3. Konsisten.

Sepengalaman Kaknzul dan suami nih, sobat. Anak-anak itu belajar tentang sebuah pola kebiasaan. Kapan ia terbiasa bangun pagi, sarapan, mandi, tidur siang maupun tidur malam, serta kebiasaan lainnya. Begitu pula dengan aktivitas menghafal dan murajaah Al quran. Untuk itu, penting banget yang namanya konsisten. Yaitu menyediakan waktu yang telah disepakati bersama untuk menghafal dan murajaah. Sehingga, anak akan terbiasa dan tanpa menolak saat diajak menghafal dan murajaah, karena mereka sudah tahu waktunya hafalan dan murajaah.

Inilah yang membuat Kaknzul dan suami, mengosongkan aktivitas saat tiba waktunya anak-anak untuk hafalan dan murajaah.



4. Pahami milestone anak diusianya

cara mudah menghafal al quran untuk anak usia dini
Source: Dokumentasi pribadi

Apa hubungannya milestone (tugas perkembangan anak) dengan menghafal Al quran? Nah, Kaknzul temui ini saat mendampingi anak-anak menghafal dan murajaah nih, sobat.

Disaat anak-anak masih berusia <2 tahun, Kaknzul tidak meminta anak untuk mengulangi sendirian saat hafalan. Tapi, hanya fokus memperdengarkan, karena anak <2 tahun masih belajar menyebutkan beberapa kata. Jadi, jangan minta anak bersuara untuk menirukan ayat demi ayat yang dibacakan ya.

Contoh lainnya, dengan mengetahui milestone anak, orang tua akan paham bahwa anak memiliki rentang konsentrasi yang berbeda dengan orang dewasa. Jadi, jangan bayangkan proses talqin itu dilakukan saat anak-anak benar-benar dalam kondisi duduk diam dan tangan dilipat diatas meja, ya.

Mengetahui milestone anak, membuat Kaknzul juga jadi tahu, diusia berapa anak bisa diminta untuk bersuara mengulangi ayat yang ditalqin. Tak hanya itu, kami juga bisa mentolerir bunyi huruf maupun kata dan kalimat yang belum sempurna bagi si kecil. Misal, seperti huruf “Ro, ‘ain, sya dan huruf lainnya yang memiliki pelafalan lebih sukar bagi anak-anak usia dini. 

5. Asupan makanan dan minumam yang terjaga

Sobat berdaya pasti sudah tahu tentang yang satu ini, hubungan asupan dengan menghafal Al quran. Karena sesuatu yang haram, akan menghalangi dari keberkahan Al quran. Bahkan, bukan cuma untuk aktivitas menghafal Al quran, tapi juga bisa berpengaruh pada pemahaman agama maupun kesehatan tubuh.

Tentu halal, menjadi indikator pertama dan utamanya. Selain itu, Kaknzul dan suami sepakat memberikan makanan dan minuman yang alami dan mengurangi pemberian makanan atau minuman olahan. Bahkan, untuk makanan tertentu, seperti frozen food kami tidak menyediakan di rumah. Namun, terkadang yang jadi tantangan nih sobat, saat bertamu atau anak-anak diberi makanan oleh tetangga.

Selain makanan, kami pun tidak memberikan minuman kemasan kepada anak-anak. Karena, yang Kaknzul dan suami pahami adalah ketika tubuh mereka diberikan asupan yang sehat, maka tubuh dan otak akan siap untuk melakukan aktivitas seperti menghafal. Tak hanya itu, menjaga asupan, merupakan bagian dari implementasi dari Al quran. Tentang makanan yang halal, lagi thoyyib. Inilah yang butuh perjuangan keras buat keluarga Kaknzul ditengah gempuran varian makanan dan cemilan kekinian yang begitu menggoda selera.

6. Teladan.

Kaknzul lupa, baca atau dengar dimana ya tentang sebuah pernyataan. Kurang lebih bunyinya adalah

“Pendidikan yang terbaik adalah keteladanan”

Dan ini ada hubungannya dengan perkembangan anak usia dini dalam menyerap informasi yang ia temukan lewat penglihatan, pendengaran dan rasakan.

Ini juga yang menjadi tugas Kaknzul dan suami sebagai orang tua. Karena meminta anak menjadi penghafal Al quran tanpa memberikan contoh pada mereka, akan jauh lebih sulit bagi anak. Sebab, mereka tidak pernah melihat dan mendengar suara-suara dari lantunan ayat Al quran itu diperdengarkan dari lisan orang tuanya.

7. Doa

Nah, kalau yang ini sobat berdaya pasti sudah tau. Senjata kita semua nih. Dan setiap orang tua pasti mendoakan anak-anaknya. Kaknzul dan suami pun menyadari, bahwa kemudahan yang diperoleh dalam mendampingi anak menghafal ayat demi ayat yang mereka ingat, semua karena Allah yang memudahkan dan membimbingnya.

Penyebab anak susah menghafal Al quran

1. Tidak konsisten

Kebiasaan yang tidak ajeg, akan membuat anak menolak dan ini membuat anak merasa bahwa menghafal Al quran adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Ditambah lagi, anak akan sulit mengingat kembali ayat demi ayat yang sudah dihafalkan, jika murajaahnya tidak konsisten dilakukan oleh orang tua.

2. Anak merasa terbebani

penyebab anak susah menghafal al quran
Source: Dokumentasi pribadi

Beberapa waktu yang lalu, ada yang tanya, “Bagaimana caranya agar anak-anak menghafal Al quran tanpa merasa terbebani maupun terpaksa?”

Salah satunya konsisten, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibangun. Kedua, tentukan target sesuai dengan kemampuan perkembangan anak dan lakukan sesuai dengan kemampuan anak pula. Untuk itu kita perlu mengetahui milestone anak.

Satu lagi yang Kaknzul lakukan buat selingan dan membantu anak-anak menemukan sesuatu yang berbeda dan menambah rasa takjub dengan Al quran. Tadabur Al quran, itulah yang Kaknzul lakukan disela-sela mendampingi anak-anak menghafal. Misal, ketika menghafal tentang surah Al mutaffifin, tentang larangan Allah berbuat curang. 

Selama ini, tadabur Quran dilakukan dengan buku yang dimiliki anak-anak atau menceritakan tentang makna ayat Al quran yang sedang mereka hafal, lanjut berdiskusi. Bahkan, terkadang kami lakukan di luar rumah.

4. Tidak sesuai milestone anak.

metode menghafal al quran untuk anak usia dini
Source: Dokumentasi pribadi

Kebalikan dari penjelasan diatas, bayangkan jika anak usia 2 tahun diminta melafalkan bunyi huruf atau ayat dengan sempurna? Bayangkan anak usia <5 tahun diminta untuk duduk diam dengan tangan dilipat dan diminta membunyikan ayat demi ayat? Anak bisa menganggap bahwa menghafal dan murajaah Al quran adalah aktivitas yang tidak menyenangkan. Sehingga, esok harinya jika ia diminta menghafal lagi, ia akan menolak.

Namun, perlu tetap diperhatikan juga, seiring pertumbuhan dan perkembangan anak, ingatkan tentang adab bersama Al quran.

Nah, itulah cara agar anak hafal Al quran sejak dini yang KaknzuL lakukan bersama suami. Semoga bermanfaat ya sobat berdaya. Sampai jumpa ditulisan berikutnya.


7 comments

Terimakasih sudah berkunjung ^ ^ Untuk masukan dan saran bisa disampaikan via email nidazulkhaira93@gmailcom.
  1. Masyaa allah tabarakallah kak nzul dan keluarga. semoga kelas anaku nanti bisa menjadi penghafal al quran seperti putri kak nzul. Jazakillahu kyaran sudah membagikan tips ini

    ReplyDelete
  2. masyallah, diingatkan tentang milestone juga, terimaakasih mba ilmunya

    ReplyDelete
  3. MasyaAllah belum mampu menuntut anak2 hafal al quran, semoga soon bisa belajar bareng anak2 sambil menghafal. Terima kasih tipsnya kak...

    ReplyDelete
  4. Keren mbak...pentingnya milestone diterapkan supaya perkembangan anak sesuai seusianya.

    ReplyDelete
  5. MasyaAllah, semoga diberi kemampuan mendampingi anak2 menghafal alquran... terimakasih tips nya kak...

    ReplyDelete
  6. Masya Allah Terim kaaih tips-tipsnya semoga selalu dimudahkan dalam mendampingi ananda dalam menghafal Al-Qur'an

    ReplyDelete