kaknzul.com

Kenapa Harus Bersabar Bersama Orang Saleh?

ayat al quran tentang berteman dengan orang baik
Source: Dokumentasi Pribadi


Hai sobat berdaya! Salah satu nikmat yang patut disyukuri adalah kehadiran teman-teman yang saleh. Teman yang tanpa sungkan mengingatkan saat khilaf, menguatkan saat futur dan membantu saat terjatuh.

Lisannya mengingatkan pada Sang Pencipta, penampilannya meneduhkan mata dan tiap langkahnya adalah project kebaikan di mata Allah Swt.

Tulisan kali ini adalah perenungan Kaknzul tentang hati yang banyak mengeluh atas nikmat yang telah diberi Allah.

Ingat sekali, salah satu doa yang pernah Kaknzul langitkan saat pertama kali hijrah.

“Ya Alah, bantu aku untuk istiqomah di jalan-Mu. Berilah aku teman-teman yang se-visi dan misi denganku, yaitu terus berada di Jalan-Mu”


"Allah ijabah tidak?"

Alhamdulilah, Allah ijabah doa itu. Hingga akhirnya dipertemukan dengan seseorang yang Kaknzul sebut sebagai Murabbiah, meskipun ia lebih senang dianggap sebagai teman. Tidak hanya itu, melaluinya lah Allah pertemukan Kaknzul dengan sebuah kelompok yang terdiri dari muslimah dengan berbagai latar belakang, tapi memiliki visi dan misi yang sama yaitu “istiqomah bersama." Kelompok itu diberi nama Khadijah, dengan harapan seteguh ummul mukminin yang istiqomah di jalan-Nya.
Berada di dalam lingkaran orang-orang yang saleh ternyata tak selalu mulus. Ternyata bersabar bersama orang saleh itu tidaklah mudah.

“Ahhhh, mungkin akulah yang tak pandai mensyukuri nikmat-Nya”

Tulisan kali ini menjadi perenungan Kaknzul tentang sebuah surat Al Quran mengenai perintah Allah yaitu bersabar bersama orang saleh.

Ayat Al Quran tentang berteman dengan orang saleh

وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًا

Artinya: Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

Salah satu ayat Al Quran yang menyeru manusia untuk berteman, berkumpul dan duduk bersama orang-orang saleh adalah surah Al Kahfi:28 ini. Ayat yang begitu menohok buat Kaknzul disaat mengeluh tentang keberadaan teman-teman yang saleh.

Di tafsir Ibnu Katsir disebutkan, bahwa Allah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk duduk atau berteman bersama orang-orang yang berzikir kepada Allah, bertahlil, bertahmid, bertasbih dan bertakbir serta berdoa kepada-Nya pada pagi dan sore hari, baik mereka miskin maupun kaya, kuat maupun lemah.

Ayat ini turun berkenaan dengan para Quraisy terhormat yang meminta agar dibuatkan satu majelis khusus mereka dan Nabi Muhammad Saw saja, tanpa para sahabat yang mereka anggap lemah, seperti Bilal,’Ammar, Shuhaib, Kabbab, dan Ibnu mas’ud.

Bersabar bersama orang saleh

Jika di masa itu para Quraisy menolak berada di majelis karena kondisi sahabat lainnya terlihat lemah di mata Quraisy, Kaknzul berefleksi ke diri sendiri yang terkadang suka minder dan merasa lemah sendiri ketika berada dalam satu kelompok yang ayat Al Quran menjadi santapan mereka setiap saat. Bahkan, pernah loh rasanya pengen keluar aja dari kelompok itu.Astaghfirullah

Waktu awal membaca ayat ini, bingung juga kenapa berada di sekitar mereka yang saleh harus bersabar juga? Bukankah berada di dekat mereka yang saleh itu enak, ya? Lalu, bagian mana dari orang saleh yang menjadi pahala kesabaran buat Kaknzul?

Seketika ingatan terbang mengingat tiap moment bersama mereka. Di moment yang mana Kaknzul  masih suka mengeluh saat berada bersama mereka?

Saat ditagih hafalan

Keutamaan berkumpul dengan orang saleh
Source: Dokumentasi Pribadi

Padahal sejatinya mereka hanya mengingatkan dan membantu untuk terus istiqomah menambah hafalan, mengulanginya hingga mutqin menjadi capaian. Toh, kalau dipikir kembali yang diuntungkan dalam hal ini tetaplah diri ini. Kaknzul pula yang akan mendapatkan tempat di surga bersama mereka yang memiliki hafalan Al Quran lainnya. Lalu, kenapa sih masih suka mengeluh, suka menghindar, takut ditanya hafalan, bahkan membayangkan wajah sang Murabbiah pun dapat membuat hafalan yang telah disusun sedemikian rupa, tiba-tiba hilang entah kemana.

Saat diminta berpartisipasi dalam sebuah project kebaikan

Murabbiah dan teman-teman yang mengajak serta mendorong dalam peran kebaikan, sejatinya hanya sampai di titik mengajak dan memberikan tempat agar dapat berkontribusi dalam kebaikan. Dan pahala kebaikannya pun akan kembali kepada yang melaksanakannya.

Namun, kenapa diri ini suka mengeluhkan tentang rasa lelah dan waktu yang tak lagi bisa untuk diberikan pada project kebaikan dari Murabbiah dan teman-teman yang saleh? Bahkan, terkadang berpikir, kenapa sih harus buat kajian untuk orang banyak. Kenapa sih harus jadi MC atau menyampaikan taujih saat mengaji? Dan ada begitu banyak lagi alasan yang terkadang bukan alasan sebenarnya, tapi sebagai senjata untuk menghindar dari project kebaikan itu. Asragfirullah,,,

Diminta hadir untuk mengaji, tapi lokasinya sedikit jauh dari rumah

Seperti di awal, bahwa istiqomah itu butuh perjuangan dan pengorbanan. Kadang kala pengorbanan itu berupa susah payahnya jalan yang tuju untuk sampai ke sebuah majelis. Susah payahnya dalam mengatur skenario untuk semua urusan di rumah agar dapat berkumpul dengan Murabbiah dan teman-teman yang saleh. Ajakkan untuk hadir mengaji di lokasi yang sedikit jauh dari rumah, sejatinya bukan untuk menyulitkan. Melainkan, melatih untuk mahir mengatur segala urusan agar rapi di awal dan datang tepat waktu. Tak hanya itu, diri ini pun sebenarnya tengah dilatih untuk menemukan kekuatan diri, maupun kekuatan lain yang bisa dimanfaatkan untuk tiba di lokasi yang telah di janjikan.

Ingat sekali, saat belum diizinkan suami bawa motor sendiri. Upaya Kaknzul adalah mencari tetangga muslimah yang luang dan bisa mengantar atau mencari kontak para muslimah yang menjadi ojek online maupun offline atau pilihan terakhir adalah bersabar menunggu suami pulang dan mengantar ke lokasi mengaji.

Obrolannya tak jauh-jauh dari poject kebaikan

Quotes berkumpul dengan orang saleh
Source: Dokumentasi Pribadi

“Ahhh, kenapa sih kok nggak ngobrolin  tentang drama yang lagi hits saat ini? Kenapa sih nggak berkunjung ke café terbaru aja? Kenapa sih obrolannya tentang kajian lagi, kajian lagi.

Inilah mereka yang saleh, tak kan digunakan waktu dan lisan mereka untuk hal-hal yang tak begitu bermanfaat. Tak ada sisa waktu mereka untuk hal-hal yang kelak tak menjadi pemberat amal ibadah. “Wahai diri, sadarlah bahwa dari apa yang mereka lakukan menjadi contoh baik bagimu!”

“Ahhh, Bisa jadi akulah yang tak bersabar ketika bersama mereka. Atau mungkin, aku yang kurang bersyukur tentang kehadiran mereka yang saleh. Juga lupa bersyukur atas doa-doa ku yang Allah ijabah”

Keutamaan berkumpul dengan orang saleh


عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ، كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيرِ، فَحَامِلُ المِسْكِ: إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً “


Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk”.[ HR. Bukhari, no.5534; Muslim, no.2628]

Sobat berdaya pasti sudah familiar dengan hadits ini. Namun, bukan berarti tidak boleh berteman dengan semua orang, ya. Hanya saja, tiket VIP (mereka yang lebih dekat dan sangat dekat adalah mereka yang saleh)

Jadi, sungguh sebuah nikmat yang luar biasa ketika memiliki Murabbiah dan teman-teman yang saleh. Karena, banyak amalan kebaikan mereka yang menjadi contoh bagi hati yang butuh dukungan di jalan istiqomah ini. Banyak ibadah mereka yang akan menjadi pengingat di saat futur melanda. Banyak ajakan kebaikan dari mereka, agar surga tak hanya menjadi miliknya, tapi juga teman yang telah dianggapnya saudara. Bahkan, keuntungan minimal dari berteman dengan orang-orang saleh adalah tercegahnya seseorang dari perbuatan yang buruk lagi tercela dan dilarang oleh Allah.

Di tulisan ini, Kaknzul hanya menyebutkan segelintir manfaat ketika berteman dengan mereka yang saleh. Karena sebenarnya masih banyak lagi keutamaan yang bisa didapatkan jika mereka yang saleh adalah teman duduk, bicara dan bertukar pikiran.

Kesimpulan

Hadits tentang berteman dengan orang baik
Source: Dokumentasi Pribadi

Bersabar itu tidak hanya ketika bertemu dengan mereka yang tidak baik, tapi juga saat bersama mereka yang saleh. Sabar dalam setiap nasehat mereka dan sabar dalam setiap ajakkan kebaikannya.

"...dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas."

Di akhir ayat ke 28 surah Al kahfi ada peringatan yang Allah sampaikan. Menjadi catatan dan pengingat buat Kaknzul pribadi, bahwa tak ada pilihan ketika bersama  mereka yang saleh kecuali sabar. Jika tidak, maka berpaling menjadi pilihan berikutnya. Bersabar bersama orang saleh nyatanya menjadi peluang pahala bagi mereka yang mau bersabar.
















2 comments

Terimakasih sudah berkunjung ^ ^ Untuk masukan dan saran bisa disampaikan via email nidazulkhaira93@gmailcom.
  1. Jadi pengen berteman sama Kaknzul juga yang insyaallah termasuk orang saleh. Semenjak jadi ibu saya merasa tak punya teman. Karena sempatnya cuma berinteraksi dengan suami dan anak.

    ReplyDelete
  2. masyaallah, bisa jadi reminder dalam bersabar ini..

    ReplyDelete