kaknzul.com

Mendampingi Anak Membaca Menyenangkan dengan Paper Doll

langkah mengajari anak membaca
Source: Dokumentasi pribadi
Sobat berdaya, siapa nih yang memiliki anak yang mulai memasuki usai membaca (5-8 tahun). Mendampingi anak belajar membaca tentu butuh proses yang penuh kesabaran. Baik dengan bantuan les membaca atau tidak, keduanya tetap membutuhkan kesabaran dalam mendampingi si kecil saat belajar membaca.

Tulisan kali ini, Kaknzul ingin berbagi salah satu cara yang dilakukan saat mendampingi anak membaca menyenangkan yang bisa menjadi salah satu ide aktivitas di rumah bersama si kecil.

Belajar membaca

Kaknzul sendiri merasakan bagaimana perjuangan mendampingi si Sulung dari mulai mengenalkan bunyi dan bentuk huruf sampai di titik ini. Setuju dengan sobat berdaya yang lainnya, bahwa tidak mudah dan membutuhkan stok kesabaran.

Kenapa sih membaca terlihat begitu sulit untuk diajarkan kepada anak?

“Membaca memang bukan sebuah aktivitas yang mudah bagi anak. Karena membaca melibatkan banyak aspek perkembangan anak. Dan membaca merupakan aktivitas kompleks yang dilakukan oleh anak,” kata ibu Roosie Setiawan dalam sebuah Webinar.

Dalam penjelasan Ibu Roosie, seorang anak untuk bisa membaca sebuah kata harus melalui proses mengenali bunyi dan bentuk huruf dengan cara mengidentifikasi huruf atau kata tersebut terlebih dahulu. Sehingga, semakin sering anak diperdengarkan dan diperlihatkan bentuk hurufnya, maka akan memudahkan bagi anak untuk membaca huruf/kata.

Sampai disini, Kaknzul langsung berpikir,”Pantes saja, butuh pengulangan berulangkali dan terkadang menghabiskan stok kesabaran. Hahahha.”

Sejatinya, bukan hanya orang tua yang tengah berjuang mendampingi anaknya membaca, tapi anak pun tengah berjuang mengidentifikasi setiap huruf dan kata yang ada.

Langkah cara mengajari anak membaca

Mengingat aktivitas membaca bukanlah hal yang mudah bagi anak, maka membaca membutuhkan proses. Dan sebelum mengenalkan huruf/kata secara langsung. Anak juga harus dikenalkan dengan aktivitas pra-membaca. Salah satu yang bisa dilakukan oleh orang tua pada tahap pra-membaca adalah memperdengarkan bunyi huruf/kata lewat membacakan buku.

Aktivitas sepele yang masih banyak dipandang remeh orang ini, nyatanya membantu anak-anak mengidentifikasi bunyi dan bentuk huruf/kata dalam sebuah buku.

Semakin sering anak diperdengarkan serta diperlihatkan bunyi dan bentuk huruf/kata, maka akan semakin mudah pula bagi anak untuk belajar membaca.

Pada saat membacakan buku pada anak, orang tua juga bisa mengenalkan bentuk dan bunyi huruf secara langsung, misal saat membaca judul buku. Orang tua bisa mengenalkan huruf awal dari judul buku yang dibaca. Perdengarkan dan kenalkan bunyi hurufnya dan tanpa diminta pun, anak akan mengikuti dan mengulanginya.

Dari pengalaman Kaknzul, membacakan nyaring (Read aloud) kepada anak memang berpengaruh sekali ketika si Sulung memasuki usia membaca. Bahkan, terkadang kaget sendiri, anak bisa membaca sebuah kata tanpa pernah diajari secara langsung dan ini sangat membantu buat orang tua.

Mendampingi anak membaca menyenangkan bersama paper doll

Hai sobat, terkadang anak juga bosan dan menolak saat diajak untuk membaca. Tidak apa-apa. Namun, ada cara yang bisa dilakukan orang untuk tetap mendampingi anak belajar membaca dan tanpa disadari oleh anak.

Fitrahnya anak-anak menyukai yang namanya bermain. Rasanya, tidak ada anak yang menolak saat diajak untuk bermain. Lewat sebuah permainan, orang tua dapat mengajari si kecil membaca. Berikut salah satu ide bermain yang Kaknzul lakukan dalam upaya mendampingi si Sulung untuk membaca.

Paper doll.

Sobat sudah pasti tahu kan ya dengan permainan yang satu ini. Kalalu di zaman Kaknzul SD, permainan ini disebut sebagai permainan anak BP. Kalau di tempat sobat disebut apa nih? Karena setiap daerah memiliki nama yang mungkin berbeda dalam menyebut permainan ini, kita sepakat saja untuk menyebutnya paper doll, ya.

Kaknzul gambar sendiri ya dengan menggunakan kardus bekas, spidol dan crayon. Karena tema kali ini adalah sayang keluarga, maka Kaknzul menggambar  paper doll sesuai dengan jumlah keluarga yang ada di rumah. Cara membuatnya mudah, gambar paper doll, lalu minta anak mewarnainya agar terlihat menarik bagi anak, lalu gunting

Setelah jadi, aktivitas bermain sambil membaca pun bisa dimulai.

Mengidentifikasi bunyi dan huruf dari setiap paper doll.

Kaknzul bertanya pada si Sulung gambar siapakah yang Kaknzul pegang? Sulung menjawab,”Abi!” "Abi, huruf pertamanya apa ya, Kak?” Sulung pun menjawab,”A!” Lalu, Kaknzul akan tanya kembali setelah huruf A ada huruf apa lagi. Begitu seterusnya sampai seluruh huruf diidentifikasi.

Mengidentifikasi bentuk huruf.

 

metode yang digunkana untuk mengajari anak membaca
Source: Dokumentasi Pribadi

Minta anak untuk menuliskan setiap hurufnya. Hal ini bisa dilakukan dengan dua cara sesuai dengan kemampuan anak. Pertama, orang tua bisa meminta anak untuk langsung menuliskan ketika mengidentifikasi huruf apa saja saat proses di awal. Namun, hal ini bisa dilakukan dengan catatan anak sudah mengenal bunyi dan bentuk huruf alfabeth, ya.

Atau cara kedua yang Kaknzul lakukan, menuliskan terlebih dahulu huruf/kata dari setiap paper doll. Hal ini dilakukan jika si kecil sudah mulai mengenali bentuk dan kata, tetapi masih sering lupa. Ini dilakukan untuk membantu si kecil terhindar dari rasa frustasi ketika belajar membaca. Dan proses ini bisa dilakukan bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan si kecil.

Bonusnya, di moment ini anak tak hanya belajar membaca ya, tapi juga menulis. Oh ia, pastikan motorik halus si kecil selalu terstimulasi agar memudahkan ia untuk menulis, ya.

Melengkapi huruf yang hilang

cara cepat mengajari anak membaca dan menulis
Source: Dokumentasi Pribadi


Permainan berikutnya yang bisa dilakukan dengan paper doll adalah melengkapi huruf yang hilang. Tahap ini juga bisa disesuaikan dengan kemampuan anak, ya. Jika anak sudah bisa membaca tanpa diperlihatkan tulisan/kata yang utuh, anak akan bisa melengkapinya. Namun, jika ternyata anak butuh bantuan dengan melihat kata yang utuh, maka tidak apa-apa untuk memperlihatkannya. Setelah itu, minta anak untuk mengisi kata yang hilang dan membacanya.

Tahap ini bisa dimulai dengan kata yang paling mudah ya, agar anak merasa percaya diri untuk mencoba pada kata yang mungkin akan lebih sulit baginya.

Menuliskan nama setiap paper doll

belajar membaca
Source: Dokumentasi Pribadi

Lanjut, permainan berikutnya adalah menuliskan nama dari setiap paper doll. Tahap ini juga harus disesuaikan dengan kemampuan anak, ya. Pada tahap awal, tuliskan nama dari setiap paper doll, lalu minta anak menuliskannya ulang di bawah tulisan yang menjadi contoh tadi.

Dan setelah itu, bisa dilanjutkan dengan melengkapi huruf yang hilang dari setiap nama dari masing-masing paper doll.

Nah, gimana sobat, seru kan mendampingi anak membaca menyenangkan bersama paper doll? Permainan ini bisa menjadi salah satu ide bermain dan belajar membaca sekaligus menghindarkan orang tua dari stress ketika mendampingi si kecil belajar membaca di rumah.

Semoga bermanfaat ya! Sampai bertemu di tulisan berikutnya!

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung ^ ^ Untuk masukan dan saran bisa disampaikan via email nidazulkhaira93@gmailcom.