kaknzul.com

Ayah Wajib Tahu! Pentingnya Bonding Ayah dan Anak Perempuan


bonding adalah
Source: Dokumentasi Pribadi


Setuju ya sobat, bahwa pengasuhan tentang anak tidak hanya menjadi tugas seorang ibu, tapi juga ayah. Pola pengasuhan tradisional di Indonesia justru mengkerdilkan peran pengasuhan di rumah. Anggapan tentang ayah hanya bertugas mencari nafkah telah mendarah daging dan turun temurun. Padahal, nyatanya ayah juga memiliki peran yang besar dalam perkembangan anak.

Anggapan tugas pengasuhan anak hanya menjadi tangung jawab ibu ternyata membuat kedekatan ayah dengan anak-anak semakin berjarak dan inilah yang membuat Indonesia menjadi negara ketiga sebagai fatherless country.

“Ber-Ayah, tapi seperti tak ber-Ayah!” kata ibu Elly Risman dalam sebuah webinar parenting.

Ada pula yang menganggap, bahwa anak perempuan tidak perlu dekat dengan ayahnya. “Malu!” Bahkan, menganggap kedekatan anak perempuan dengan ayahnya adalah sesuatu yang tabu.

Sebagai anak perempuan, Kaknzul merasa sedih ketika menemukan fakta-fakta seperti itu di masyarakat. Lalu, sebenarnya apa sih pentingnya bonding ayah dan anak perempuan?

Apa itu Bonding?

Dilansir dari wolipop.detik.com, bonding adalah ikatan yang kuat antara orang tua dan anak. Ikatan emosional ini bisa berupa rasa aman, kasih sayang, saling memahami, dan juga perasaan saling mencintai.

Jika ditanya, apakah orang tua sayang pada anak? Tentu jawabannya adalah sayang. Namun, pertanyaannya, benarkah anak merasakan, bahwa orangtua menyayanginya?

Kurangnya interaksi dan komunikasi antara ayah dan anak perempuannya tak jarang membuat anak merasa tak dipedulikan atau bahkan diabaikan.

Padahal, bonding antara ayah dan anak perempuan masih bisa dibangun dengan aktivitas yang dilakukan bersama. Sesederhana berkebun, mencuci sepeda atau mobil, pergi ke toko buku, membersihkan pekarangan rumah dan masih banyak lagi aktivitas bersama yang dilakukan ayah dan anak perempuannya untuk membangun kedekatan diantara keduanya.



Apa arti seorang ayah bagi anak perempuannya?

manfaat bonding ayah dan anak
Source: Dokumentasi Pribadi


 

Tentu jawabannya akan beragam. Ada ayah yang menjadi standar dalam mencari pasangan hidup bagi anak perempuannya. Ada ayah yang menjadi pahlawan, teman bercerita, guru dalam belajar, berdiskusi, dan lainnya. Atau sebaliknya, ada anak yang menganggap ayahnya sebagai sosok yang ada di rumah, tapi keberadaannya tak pernah ia rasakan, kecuali sebagai tempat meminta uang. Atau ayah yang dingin tak pernah bertanya pada anaknya dan anaknya pun tak pernah bertanya pada ayahnya.

Kalau bagi sobat berdaya sendiri, ayah itu sebagai sosok yang seperti apa?


Pentingnya bonding Ayah dan anak perempuan

arti seorang ayah bagi anak perempuannya
Source: Dokumentasi Pribadi


Sejatinya kedekatan ayah dengan anaknya menjadi hak anak. Sebenarnya, kalau Kaknzul amati dari anak-anak dan suami, manfaatnya tidak hanya untuk anak, tapi juga untuk ayah.

Dan yang berhak atas waktu dan kebersamaan dengan ayah, bukan hanya anak laki-laki, tapi juga anak perempuan. Terlihat sepele, tapi justru bonding antara ayah dan anak perempuannya memiliki berbagai manfaat.
  • Anak mendapatkan perlindungan dan kasih sayang

Seperti yang Kaknzul sebut diawal ya. Orang tua pasti sayang dengan anaknya, tapi tidak semua anak merasakan bahwa orangtuanya sayang kepadanya.

Bagi seorang ayah, mungkin sayang hanya perlu ditunjukkan dengan action berupa fasilitas dan kebutuhan fisik, tapi buat anak perempuan bisa jadi mengungkapkan rasa sayang, menemaninya beraktivitas, mengantarkan ia ke tempat impiannya atau sekedar mendengarkan ceritanya, bisa jadi inilah yang dianggap sebagai rasa sayang bagi anak perempuan.

  • Menumbuhkan sikap mandiri dan rasa percaya diri

Berulangkali Kaknzul mendengar dari para ahli parenting maupun psikolog, bahwa kemandirian dan rasa percaya diri itu bagian ayah yang menstimulasinya. Hal ini dikarenakan ibu dibekali dengan rasa sayang yang justru tidak tega dengan anak. Sedangkan, kemandirian dan rasa percaya diri perlu rasa tega yang dimiliki ayah, sang “raja tega.”

Kaknzul akhir-akhir ini sedang mengaplikasikan bagian yang ini nih, kepada si sulung yang tidak bisa jauh sedikitpun dari ibunya.

Anak perlu dilatih rasa percaya dirinya, bahwa ia mampu bisa melakukan berbagai hal tanpa bantuan ibu disampingnya. Tahap awal, ayahlah yang menjadi pendampingnya. Sederhana yang Kaknzul lakukan, yaitu menitipkan si sulung dengan ayahnya saat Kaknzul harus pergi mengaji.

Contoh lain yang Kaknzul lakukan, saat di pekan pertama si Sulung masuk sekolah, Ayahnya lah yang mengantar si Sulung dan memperbanyak aktivitas yang dilakukan hanya mereka berdua.

  • Punya teladan untuk masa depan

Dari aktivitas yang dilakukan bersama ayah, anak akan melihat sosok ayah lebih dekat. Mengenal karakter ayah, melihat lebih dekat sikap baik ayah yang dapat menjadi teladan anak perempuannya. Coba deh sobat ingat kembali kebiasaan, sikap atau karakter ayah yang paling sobat ingat dan tanpa sadar melekat pada diri sobat. Jika ada, selamat! Ayah sobat berhasil membangun kedekatan dengan sobat berdaya.

Bahkan, tanpa sadar ada anak yang bercita-cita layaknya profesi yang tekuni ayahnya. Hal ini dikarenakan kegagahan, ke-profesionalan sang ayah atau dedikasi ayah atau bisa juga karena perhatian ayah yang tak surut, meski memiliki pekerjaan yang menuntut dedikasi tinggi.

  • Anak punya pemikiran maju dan terbuka

bonding adalah
Source: Dokumentasi Pribadi


 
Sebagai ibu, Kaknzul menyadari kekuatan yang dimiliki seorang ayah yang baik untuk perkembangan dan masa depan anak. Apa itu? Pola pikir seorang ayah. Maaf ya sobat, kadang Kanzul sebagai ibu lebih dominan pakai perasaan, jadi belum apa-apa udah judge dan jika itu dilakukan di depan anak, anak justru akan menjadi contoh yang tidak baik buat mereka.

Berbeda dari ibu, Ayah lebih jago berpikir rasional dan tidak buru-buru pakai perasaan. Ayah bisa lebih netral ketika terjadi sebuah permasalahan. Hal ini membuat anak akan mencontoh bagaimana ayah menyikapi sebuah permasalahan.


  • Pandai bersosialisasi

Manfaat yang satu ini sering banget Kaknzul dengar dari berbagai ahli parenting. Ternyata ada kaitannya dengan manfaat sebelumnya nih. Saat anak melihat segala sesuatunya netral, anak akan percaya diri untuk bersosialisai dengan orang disekitarnya.

Rasa percaya ini pulalah yang menjadikan anak percaya diri untuk bersosialisasi dengan orang di sekitarnya.

  • Punya standar hidup yang baik

Aktivitas bersama yang sering dilakukan akan membuat anak melihat bagaimana ayah bereaksi ketika menghadapi sebuah persoalan atau merespon orang lain. Bagaimana ayah memperlakukan orang disekitarnya, memperlakukan ibu atau kakek dan neneknya. Bagaimana ayah merespon sebuah kesalahan yang ia lakukan. Semua respon ayah akan menjadi standar bagi anak ketika ia akan merespon sesuatu pula.

  • Memiliki role model sosok lelaki

Ada tidak, diantara sobat berdaya yang menjadikan karakter ayah sebagai indikator karakter dalam memilih pasangan hidup? Jika ada, berarti sobat mengamati bagaimana ayah saat beraktivitas bersama.

Misal, sobat menyukai sikap ayah yang tidak bermudah-mudahan dengan perempuan. Respon ke perempuan lain *bukan mahram sekedar perlu saja. Dan tanpa sadar sobat pun menjadikan sikap ayah sebagai salah satu indikator dalam memilih pasangan.

Jika hal itu terjadi, selamat! Ayah sobat berhasil menjadi role model sosok laki-laki bagi anak perempuannya.

  • Mengenal gender

Manfaat yang kali ini, penting bangeeeeeeeeet. Tuh, "e" nya banyak banget ya. Hahahah nulisnya sambil gemes. Karena banyak penyimpangan fitrah gender yang terjadi hari ini, tapi dianggap sesuatu yang wajar dan perlu dimaklumi.

Bagi anak perempuan, membedakan ia dengan gender laki-laki model pertama dan utamanya adalah ayah. Dari ayah, anak akan mengidentifikasi perbedaan pakaian yang digunakan ia dengan ayahnya, perbedaan aktivitas yang boleh dan tidak boleh ia lakukan, sedangkan ayah boleh melakukannya. Dan banyak hal lagi yang anak perempuan identifikasi dari ayahnya sendiri.

Jadi, gimana nih sobat berdaya. Terkhusus para ayah. Sudah terbayangkan pentingnya bonding ayah dan anak perempuan. Semoga tulisan ini menjadi alasan buat para ayah PE DE KT sama anak perempuannya ya, kalau bisa sejak dini. Buat para ibu, semoga tulisan ini menjadikan kita terus mendorong ayah di rumah-rumah kita untuk dekat dengan anak perempuannya.

Sampai bertemu ditulisan berikutnya!

2 comments

Terimakasih sudah berkunjung ^ ^ Untuk masukan dan saran bisa disampaikan via email nidazulkhaira93@gmailcom.
  1. Sejak anak masih kecil baiknya ayah diminta selalu bantu handle anak agar selalu terlihat dan terasa perannya di mata anak😊

    ReplyDelete