kaknzul.com

Fungsi Pakaian Bagi Manusia di dalam Al Qur'an

sebutkan fungsi pakaian

Hai sobat berdaya, bertemu lagi di sesi TadaburQ. Kali ini kita akan bahas tentang apa ya? Sebelum masuk ke topik, Kaknzul juga pengen kasih tahu nih. Setiap ayat yang Kaknzul tadaburi, biasanya bermula dari sebuah pertanyaan. Ada yang tiba-tiba muncul ketika membaca buku, melihat sebuah kejadian atau pertanyaan para gadis cilik di rumah.

Nah, tadabur kali ini bermula dari pertanyaan para gadis cilik .

“Kenapa sih, Mi! Aku kok nggak boleh pakai celana pendek kayak kak D?”

“Kenapa sih, Mi! Aku kok harus pakai jilbab! Itu lihat, ibu M nggak pakai jilbab, padahal dia kan orang dewasa?”

“Aduh, Umii ini lama sekali! Kenapa sih, harus pakai kaos kaki? Keburu tukang buahnya pergi, Mi?”

Kenapa dan kenapa. Ya, begitulah anak balita yang ingin banyak tau hal. Namun, terkadang pertanyaanya juga bermula dari membandingkan dirinya dengan orang lain.

Tidak apa-apa! Justru bersykur sekali atas pertanyaan-pertanyaan kritis mereka. Sebab, dari sana pintu buat memasukkan pengetahuan yang belum mereka ketahui. Alhamdulilah, jika anak bertanya kepada orang tuanya. Hal itu sebuah nikmat yang harus disyukuri, sebab orang tua masih menjadi tempat utamanya bertanya.

Nah, sekarang yang jadi tantangannya buat Kaknzul adalah tidak semua pertanyaan anak bisa langsung dijawab. Karena terkadang yang sulit itu adalah menyederhanakan kalimat agar bisa diterima anak.

Selain itu, karena ini adalah salah satu kesempatan berharga untuk memasukkan pengetahuan dan pondasi iman, maka Kaknzul pun tak ingin menjawab secara asal. Jadilah, Kaknzul belajar lagi.

Dimulai dari mencari ayat Al Quran yang menjelasakan tentang fungsi pakaian bagi manusia di dalam Al Quran.



Fungsi pakaian bagi manusia di dalam Al Quran

manfaat pakaian


يٰبَنِىۡۤ اٰدَمَ قَدۡ اَنۡزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسًا يُّوَارِىۡ سَوۡاٰتِكُمۡ وَرِيۡشًا‌ ؕ وَلِبَاسُ التَّقۡوٰى ۙ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ‌ ؕ ذٰ لِكَ مِنۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُوۡنَ

“Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.” (QS. Al A’raaf:26)

Sobat berdaya, salah satu nikmat-Nya yang harus kita syukuri adalah Allah muliakan kita dengan pakaian yang menutup segala sesuatu yang tak patut untuk dilihat orang lain. Bahkan, bisa jadi diantaranya adalah bagian dari kekurangan bagi kita dan Allah tutupkan dengan pakaian. Sungguh, islam begitu memperhatikan segala sesuatu tentang umatnya. Tak hanya itu, semua dari perintah dan larangan-Nya, pasti memiliki kebaikan bagi manusia.

Dalam tafsir Ibnu Katsir, pada ayat ini Allah menyampaikan dua fungsi pakaian. Ada fungsi primer dan fungsi sekunder.

Fungsi primer

Fungsi primer pakaian adalah menutup aurat. Seluruh bagian tubuh yang tak boleh dilihat oleh yang bukan mahram wajib ditutup dengan pakaian. Sebagaimana aurat perempuan adalah yang tertutup saat ia shalat, yaitu seluruh tubuh kecuali, muka dan telapak tangan. Sedangkan laki-laki, memiliki aurat apa saja yang terdapat dari pusar sampai ke lutut.

Sebagai muslim sudah seharusnya menjalankan perintah Allah dalam berpakaian, yaitu menggunakannya untuk menutup aurat. Apapun modelnya, warna, berapun harganya, pakaian harus berfungsi bagi manusia untuk menutup auratnya.

Maka, indikator utama ketika akan membeli pakaian adalah ia harus berfungsi untuk menutup anggota tubuh yang tak boleh dilihat oleh mereka yang bukan mahram.

Fungsi sekunder

Di surat Al A’raaf:26, Allah sampaikan fungsi sekunder pakaian yaitu sebagai perhiasaan bagi manusia. Pakaian boleh menghias tubuh manusia.

Islam tidak melarang menggunakan pakaian yang bagus untuk tampil rapi, bersih, eleghan. Asal pakaian itu dapat menjalankan fungsi utamanya dan tetap menjaga adab dan ketentuan dalam berpakaian. Misal, tidak berlebih-lebihan, menyerupai suatu kaum, perempuan yang berpakaian seperti laki-laki atau sebaliknya. Tak kalah penting juga yang harus diperhatikan dalam berpakaian adalah menjaga hati atau niat saat menggunakan pakaian tersebut. Sebab, apapun yang kita pakai sudah sepatutnya tetap menundukkan hati dan ingat Allah SWT senantiasa.

Pakaian TAKWA

pakaian takwa adalah

Lebih lanjut, Allah SWT menyebutkan pakaian yang lebih baik di sisi-Nya adalah pakaian takwa. Seperti apa pakaian takwa itu ya? Jujur, Kaknzul kira pakaian takwa itu adalah pakaian yang berbentuk fisik. Namun, ternyata pakaian takwa itu bukan berbentuk fisik.

Dalam tafsir Ibnu Katsir, ada beberapa pendapat tentang definisi pakaian takwa. Pertama, menurut Zaid bin ‘Ali as Suddi, Qatadah dan Ibnu Juraij, pakaian tawa itu adalah iman.

Kedua, menurut Al ‘Aufi dari Ibnu Abbas, pakaian takwa adalah amal shalih.

Ketiga, dari Ad-Diyal bin ‘Amr dari Ibnu Abbas, pakaian takwa itu adalah keceriaan pada wajah

Keempat, Urwah bin az-zubair menyebutkan pakaian takwa adalah takut kepada Allah, dan terakhir dari Abdurrahman bin zaid Aslam, pakaian takwa adalah merasa takut kepada Allah SWT, lalu ia menutupi auratnya.

Jadi, pakaian takwa ini letaknya di hati. Ia menyelimuti hati seseorang sehingga patuh dan taat kepada Allah. Ia menggunakan pakaian dengan menjaga hati, memenuhi syarat dan menyempurnakan fungsi pakaian bagi tubuhnya karena rasa takut kepada Allah. Serta, yakin akan pengawasan dan hari pembalasan atas segala sesuatu yang dilakukan dan dipakaikan ke tubuh.

Bagaimana jika ada yang berpakaian, tapi tidak menutup aurat?

Semahal dan sebagus apapun pakaian yang dipakai, ia harus berfungsi untuk menutup aurat. Sehingga, jika berpakaian tapi tak menutup aurat, maka yang terjadi adalah pakaian itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Tak hanya itu, Allah memberikan nikmat berupa pakaian sebagai bentuk memuliakan manusia. Sebab, dengan pakaian segala sesuatu yang bersifat private atau mungkin ada yang menganggapnya sebuah kekurangan, Allah tutupkan. Namun, jika pakaian yang digunakan tak berfungsi untuk menutupi segala sesuatu yang harusnya ditutup, maka ia sedang merendahkan dirinya. Padahal, Allah telah memuliakannya.

Bagaimana caranya agar fungsi pakaian itu didapatkan? Semuanya bermula dari hati yang senantiasa diselimuti oleh pakaian ketakwaan.

Catatan

manfaat pakaian

Masyaallah, Allah izinkan mentadaburi tanda-tanda kasih sayang-Nya. Agar manusia mencintai-Nya dengan patuh dan taat. Menjadikannya sebagai sebuah pengingat, saat membeli atau menggunakan pakaian. Indikator utama dalam memilih pakaian adalah ia harus berfungsi untuk menutup aurat. Bukan karena tren, viral, mahal atau branded.

Itulah fungsi pakaian bagi manusia dalam Al Quran yang Kaknzul temukan di TadaburQ kali ini. Sekarang pertanyaannya, bagaimana menjelaskannya pada dua balita? Next, di tulisan berikutnya Kaknzul kasih tau cara menyampaikan fungsi pakaian ini pada mereka. Sampai berten mu di tulisan berikutnya

2 comments

Terimakasih sudah berkunjung ^ ^ Untuk masukan dan saran bisa disampaikan via email nidazulkhaira93@gmailcom.
  1. Terima kasih remindernya Bun, nice sharing :)

    ReplyDelete
  2. Membuka lebih luas wawasan tentang pakaian nih. Ditunggu ya Kak post selanjutnya ☺

    ReplyDelete