kaknzul.com

6 Tips Mendampingi si Kecil Belajar Puasa

ramadhan si kecil

Hai sobat berdaya! Tak terasa ya, sebentar lagi insyaallah kita akan bertemu dengan bulan yang dinanti yaitu Ramadhan. Dimana seluruh umat islam akan menjalankan ibadah puasa sebulan lamanya.

Tulisan kali ini, Kaknzul akan berbagi pengalaman dalam mendampingi si kecil belajar berpuasa. Alhamdulillah, tahun kemarin adalah tahun pertama si kecil minta untuk dibangunkan sahur dan berpuasa hingga maghrib.

Dan tahun ini ia akan mencoba kembali. Barangkali, ada diantara sobat juga nih, yang sedang mendampingi si kecil belajar berpuasa tahun ini. Yuk simak bersama tips mendampingi si kecil belajar berpuasa

Prinsip belajar puasa si kecil

si kecil belajar puasa

Sobat, di usianya 5 tahun, si sulug sudah minta untuk di bangunkan sahur dan mencoba berpuasa hingga maghrib. Namun, diusianya yang masih dini dan belum memenuhi kriteria sebagai hamba yang mukallaf, maka ia masih di fase belajar berpuasa.

Dalam belajar, tentu ada beberapa prinsip yang Kaknzul pegang bersama pasangan. Selain prinsip ini bermanfaat untuk anak, hal ini juga menjaga orang tua agar terhindar dari rasa kesal, capek, marah ataupun kecewa dalam mendampingi si kecil belajar berpuasa.

1. Belajar

Meskipun si kecil belum memiliki kewajiban untuk berpuasa, tapi ketika ia meminta untuk mencoba berpuasa, kami memilih untuk mendampingi dan bukan melarang. Maka, puasa yang dilakukan si kecil sebagai bentuk fase belajar sebelum memasuki fase mukallaf.

Namun, di dalam fase belajar tentu saja yang menjadi capaian, bukan ia bertahan hingga akhir, tapi ia dapat menikmati, mengetahui dan menjalankan puasa itu dengan menyenangkan.

Ia boleh berbuka saat sudah merasa tak sanggup atau ia juga boleh mencoba hingga maghrib tiba. Maka, ia belajar untuk mengukur kekuatan dirinya sendiri.

2. Sesuai dengan syariat

Jika di masa kecil Kaknzul tahap pertama belajar berpuasa adaah puasa setengah hari, maka kami tidak lagi memberlakukan hal tersebut. Kenapa? Kami ingin anak-anak tahu yag sebenarnya, bahwa puasa itu dimulai dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari. Jika ia ingin berbuka, maka puasanya batal dan ia boleh mencoba kembali esok hari.

Tak hanya itu, kami pun berusaha tidak menggunakan mitos-mitos yang pernah Kaknzul rasakan saat berpuasa di masa kecil. Misal, jika menangis akan membatalkan puasa. Hahaha, kalau nangis minum air mata pasti batal ya.

3. Menyenangkan dan berkesan

Menghindari kalimat maupun kata yang bersifat mengancam atau menakuti. Misal, jika tidak puasa masuk neraka, jika tidak puas tidak boleh ikut berhari raya, jika tidak puasa tidak boleh ikut berbuka, jika tidak puasa tidak boleh shalat tarawih dan lainnya.

Pastikan Ramadhan si kecil menjadi Ramadhan yag berkesan dan menyenangkan agar ia antusias menanti Ramadhan berikutnya.

Hal ini bisa dilakukan dengan mengisi Ramadhan si kecil dengan berbagai aktivitas. Bermain bersama, membersihkan dan menghias pojok baca untuk menyambut Ramadhan, membuat takjil dan membagikannya atau safari masjid bersama keluarga.


6 Tips mendampingi si kecil belajar puasa

ramadhan si kecil pertama

 

1. Mengenalkan Ramadhan sejak dini

Dalam mengenalkan Ramadhan sebenarnya si kecil tidak harus berpuasa, tapi harus dilibatkan dalam berbagai aktivitas yang dilakuakan di bulan Ramadhan. Misal, membuat atau berbagai takjil, menyiapkan menu berbuka, berbuka bersama keluarga, shalat tarawih, membersihkan dan menghias rumah untuk menyambut Ramadhan, atau dengan membacakan buku tentang Ramadhan. Intinya libatkan anak dalam setiap aktivitas yang berkaitan dengan Ramadhan. Sehingga anak mengenal Ramadhan sebagai bulan yang berkesan dan menyenangkan.

2. Menyenangkan setiap prosesnya

Ingat prinsip diawal yaitu belajar. Sobat, jika si kecil sudah menyampaikan bahwa ia tidak lagi kuat, maka ia boleh berbuka atau membatalkan puasanya, tapi tetap dimotivasi untuk mencoba keesokan hari, ya.

Saat makan sahur, bangunkan ia tanpa marah apalagi mengancam. Hal ini bisa dihindari dengan cara membangun kesepakatan dengan si kecil atau tanyakan ia ingin dibangunkan dengan cara seperti apa? Kalau si sulung nih, ia mintanya dicium dan di peluk.

3. Boleh diberikan jika ia meminta

Biasanya nih sobat, ketika anak berpuasa, ia memiliki beragam keinginan di siang hari. Jika ia meminta sesuatu, misal ingin berbuka dengan minuman kesukaannya atau sahur dengan lauk kesukaannya, hal ini boleh diberikan sebagai motivasi bagi si kecil untuk berpuasa.

Lalu, bolehkah memberikan hadiah saat si kecil berhasil berpuasa? Untuk hal ini bisa disesuaikan dengan keluarga masing-masing, ya sobat.

4. Warnai Ramadhan si kecil dengan beragam aktivitas menyenangkan

Menyediakan beberapa ide bermain buat mengisi waktu si kecil agar tak terasa menanti waktu berbuka. Bisa dengan membaca buku, atau ide bermain lainnya. Atau bisa juga diisi dengan aktivitas menyiapkan menu berbuka keluarga.

5. Lapangkan hati

Sobat, jika si kecil mulai rewel dan ingin berbuka, maka sebagai orang tua kita juga perlu loh melapangkan hati untuk menerima usaha yang telah si kecil lakukan. Apresiasi dan motivasi terus ia untuk mencoba kembali. Tak perlu merasa kecewa, sebab si kecil masih di fase belajar berpuasa. Dampingi si kecil ketika mulai rewel dan minta untuk berbuka. Jangan disambi dengan mengerjakan pekerjaan. Sejenak dengarkan apa yang menjadi keinginannya.

6. Perhatikan asupannya

Asupan juga menjadi salah satu yang penting diperhatikan agar si kecil kuat dalam proses belajar berpuasa. Hindari makanan yang mengandung terlau manis, pedas dan mengandung gas agar tak mengganggu kesehatan si kecil saat berpuasa. 

Itulah 6 tips mendampingi si kecil belajar puasa. Jangan lupa, berdoa kepada Allah ya sobat. Agar dimudahkan dalam mendampingi si kecil belajar berpuasa. Semoga kesabaran kita dalam mendampingi si kecil Allah

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung ^ ^ Untuk masukan dan saran bisa disampaikan via email nidazulkhaira93@gmailcom.