kaknzul.com

Rahasia Mendidik Anak di dalam Al Quran

tadabur surat ali imran 159



Hai sobat berdaya! Sebagai orang tua, pernah tidak merasa bingung dalam mendampingi anak-anak? Meski berbagai kelas parenting telah diikuti, berbagai tips dicoba, tapi rasanya tetap ada yang kurang atau belum berdampak.

Nah, kali ini kita akan belajar bersama tentang rahasia mendidik anak di dalam Al Quran. “Kenapa harus Al Quran?” Karena sebagai muslim, Al Quran menjadi pedoman hidup. Termasuk tentang pengasuhan anak.

Tadabur Surat Ali Imran: 159


فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

Artinya: "Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal."


Penjelasan Ayat (Tafsir Ibnu Katsir)

berkata baik dan berhati lembut

Di ayat ini, Allah SWT mengingatkan tentang karunia yang diberikan kepada Rasulullah Saw dan orang-orang beriman. Yaitu, mereka mengikuti perintah dan menjauhi larangan-Nya. Karunia itu berupa dilembutkannya hati dan bertutur kata yang baik. Sebab, hati yang lembut dan lisan yang terjaga merupakan rahmat dari Allah SWT.

Allah SWT juga menggambarkan akhlak Rasulullah Saw yang bertutur kata baik dan berhati lembut, serta Rasulullah Saw tidak suka berteriak di pasar, tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan dan selalu memberi maaf kepada orang lain.

Tak ada sesuatu yang sia-sia, jika Allah SWT telah berikan contoh lewat Rasulullah Saw. Begitu pula dengan akhlak berkata baik dan berhati lembut ini. Sehingga tak hanya Allah sampaikan di dalam Al quran saja, tapi telah nyata dalam bentuk contoh lewat akhlak kekasih-Nya.

Dari ayat ini pula, kita tahu bahwa salah satu manfaat dari berkata baik dan berhati lembut adalah agar orang-orang disekitar kita tak pergi menjauh. Tentu, sudah menjadi hal yang mutlak. Jika manusia menginginkan perlakuan yang baik. Termasuk soal bertutur kata. Maka, jika ada yang berkata dan berhati kasar, maka orang lain akan menjauhinya. Tak hanya dewasa, anak-anak pun ingin diperlakukan dengan lisan yang baik dan hati yang lembut.

Jika ayat ini menjelaskan tentang Rasulullah Saw dengan manusia yang ada di sekitarnya, maka ayat ini berlaku pula bagi orang-orang beriman dimana saja. Sehingga ayat ini, menjadi pengingat serta salah satu jurus bagi orang tua dalam mendampingi anaknya.

Tak hanya tentang berkata baik dan berhati lembut. Di ayat ini, Allah juga menggambarkan akhak Rasulullah Saw dengan para sahabatnya. Rasulullah Saw senantiasa mengajak para sahabatnya untuk bermusyawarah tentang persoalan yang tengah terjadi. Dan di akhir ayat ini, Allah SWT memerintahkan untuk BERTAWAKAL setelah serangkaian ikhtiar yang telah dilakukan.


Refleksiku

aklhak rasulullah


Al Quran diperuntungkan bagi siapa saja, termasuk “aku sebagai ibu.” Maka, yang dapat bertutur kata baik dan berhati lembut tak hanya Rasulullah Saw, tapi siapa saja dengan syarat ia BERIMAN sehingga Rahmat Allah SWT ia dapatkan.

Sekali lagi, ayat ini menegaskan bahwa berkata baik dan berhati lembut sebab Allah SWT yang jadikan lisan dan hati itu terjaga.

Lalu pertanyaannya: 

"Amalan atau ibadah apa yang membuat Allah ridho sehingga Ia memberikan rahmat-Nya?"

Di ayat ini sebenarnya Allah SWT telah memberi tahu. Bahwa rahmat-Nya hanya akan diberikan kepada mereka yang BERIMAN. Maka, kerjakanlah apa yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman.

Namun, seringkali sebagai ibu rumah tangga, banyak mengeluhkan ibadah yang terus meroost sebab pekerjaan rumah yang tiada henti, maupun si kecil yang tengah aktif. Padahal, Allah memberikan nikmat pasangan dan anak bukan untuk menjadikan seorang muslimah yang dahulunya rutin tilawah menjadi tak lagi tilawah setelah menikah dan memiliki anak. Maka sudah selayaknya, apapun perannya termasuk menjadi ibu, amalan ibadah tak boleh merosot apalagi terjun bebas.

Aku menyadari, sebagai ibu yang mendambakan Rahmat-Nya yang harus dilakukan adalah mencari pola waktu yang sesuai denganku agar ibadah sehari-hari tetap jalan sambil mendampingi buah hati dan keluarga. Bahkan, menjaga niat dalam mendampingi keluarga juga merupakan ibadahku.

Pelajaran lain dari ayat ini

Terlanjur marah

Sering sekali, bahkan entah berapa kali amarah terlanjur tak terkontrol dan anak-anak menjadi korbannya. Maka, ayat ini menjawab apa yang harus dilakukan oleh seorang ibu yang shaliha. “Perbaiki ibadah!” Karena Allah yang memudahkan segala urusan kita, termasuk dalam mendampingi anak-anak.

Bermusyawarah

Di ayat ini, Allah spill tentang akhlak Rasulullah Saw yang senantiasa mengajak sahabatnya bermusyawarah. Ternyata, fitrah manusia itu senang dan akan lebih termotivasi dalam beramal jika diajak ngobrol bareng atau bermusyawarah. Kalau dipikir-pikir, benar juga ya.

Dan ayat ini menjadi pengingat bagiku sebagai orang tua. Bahwa pola pengasuhan yang otoriter tak menyenangkan bagi anak dan tak membuatnya termotivasi dalam beramal. Sebab, keterpaksaan yang menjadi landasan ia dalam berbuat.


Rahasia Mendidik Anak di dalam Al quran

Jadi inilah salah satu rahasia mendidik anak di dalam Al quran yang ku temukan saat mentadaburi Surat Ali Imran:159. Konsepnya, mendidik anak sama dengan mendidik diri sendiri. Jika ingin urusan mendidik anak menjadi mudah,dan senantiasa ditolong-Nya, maka perbaiki diri. Perbaiki kualitas ibadah dan perkara hati tentang niat-niat dalam mendampingi keluarga.





Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung ^ ^ Untuk masukan dan saran bisa disampaikan via email nidazulkhaira93@gmailcom.